Ringankan UKT dan Lakukan Tanggap Darurat, Bentuk Kepedulian IPB University bagi Masyarakat dan Mahasiswa Asal Sumatera
IPB University meringankan UKT bagi mahasiswa asal Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana, serta melakukan aksi tanggap darurat dan pemulihan sebagai wujud kepedulian sivitas akademika.

HALLONEWS.COM — IPB University memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana alam. Kebijakan tersebut merupakan wujud kepedulian sivitas akademika IPB University dalam merespons penderitaan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera yang dilanda bencana.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan bahwa sebelumnya kampus telah melakukan berbagai kegiatan tanggap darurat di wilayah terdampak bencana banjir bandang.
“Kami telah melakukan aksi nyata di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selanjutnya, IPB University melanjutkan kepedulian tersebut ke langkah jangka menengah, salah satunya dengan meringankan beban UKT bagi mahasiswa yang terdampak bencana,” ujar Dr Alim saat refleksi akhir tahun 2025 bersama wartawan di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, aksi jangka pendek berupa tanggap darurat dilakukan melalui pengiriman bantuan pangan dan obat-obatan, pembangunan pipanisasi untuk penyediaan air bersih, penyediaan paket peralatan internet berbasis satelit, hingga pengiriman dokter, dosen, dan mahasiswa untuk pelayanan kesehatan dan gizi.
Selain itu, IPB University juga memberikan pendampingan dan pemulihan psikososial bagi korban bencana, terutama kelompok anak-anak, lansia, serta perempuan hamil dan menyusui.
“IPB University mengirimkan 13 dosen dan dokter, 15 mahasiswa, serta delapan staf ke wilayah Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan, Agam, dan daerah terdampak lainnya,” ungkapnya.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, IPB University turut menyalurkan produk pangan berbasis inovasi, berupa 13.500 paket ready to use food untuk balita serta 18.000 paket nasi steril siap makan.
“Pendampingan psikososial dan kesehatan juga dilakukan melalui Aksi Marandang Basamo pada 6 Desember 2025, serta pemberian makan malam gratis dan makan siang bersubsidi bagi 2.000 mahasiswa IPB University yang terdampak bencana,” katanya.
Untuk aksi jangka menengah, IPB University menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan transisi dari pangan darurat menuju pangan yang lebih stabil, pemulihan psikososial lanjutan, reaktivasi sektor pertanian, kebangkitan UMKM, serta peninjauan kembali kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak.
Terkait kebijakan UKT, IPB University akan memberlakukan beberapa skema, mulai dari pembayaran secara cicilan, penurunan besaran UKT, pembebasan UKT bagi mahasiswa yang mengambil cuti akademik, hingga pembebasan UKT secara penuh.
“Kebijakan ini akan diberlakukan minimal selama satu semester. Saat ini masih dilakukan pengkajian untuk menentukan formula yang paling tepat sesuai kondisi masing-masing mahasiswa terdampak bencana,” tegasnya.
Selain itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) turut mendanai empat proposal yang diajukan IPB University untuk aksi tanggap darurat dan rehabilitasi, meliputi distribusi logistik, layanan kesehatan dan gizi, pendampingan psikososial, serta mitigasi dan edukasi kebencanaan.
Untuk jangka panjang, IPB University akan menerapkan berbagai kebijakan afirmasi yang diprioritaskan bagi wilayah terdampak bencana, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Program Dosen Mengabdi, beasiswa bagi mahasiswa baru asal daerah bencana, serta berbagai studi, kajian, dan policy brief kebencanaan.
Memasuki tahun 2026, IPB University berkomitmen mempercepat implementasi Renstra 2024–2028 dengan fokus pada peningkatan dampak riset dan inovasi melalui hilirisasi dan kemitraan strategis dengan masyarakat.
Selain itu, IPB University juga akan memperkuat Global South Engagement, pengembangan talenta unggul, serta kontribusi nyata terhadap program prioritas pemerintah (Asta Cita) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Dengan landasan capaian tahun 2025 dan arah strategis yang jelas, IPB University optimistis melangkah ke tahun 2026 sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak bagi Indonesia dan dunia,” tutupnya. (yopy)
