Xi Jinping Tegaskan Arah Baru Tiongkok di Pidato Tahun Baru 2026
Xi Jinping buka tahun 2026 dengan seruan persatuan nasional, inovasi teknologi, dan arah baru pembangunan Tiongkok dalam Rencana Lima Tahun ke-15.

HALLONEWS.COM — Presiden Tiongkok Xi Jinping membuka tahun 2026 dengan seruan kuat untuk persatuan nasional, inovasi teknologi, dan pembangunan berkualitas tinggi.
Dalam pidato Tahun Baru yang disampaikan di Beijing dan disiarkan secara nasional pada Selasa (30/12/2025) malam, Xi menegaskan arah baru pembangunan negara di bawah Rencana Lima Tahun ke-15, yang menandai babak penting dalam perjalanan modernisasi ala Tiongkok.
“Kita harus bersatu lebih erat, bekerja dengan satu hati dan satu tekad, mencapai masa depan melalui inovasi, dan terus menciptakan prospek baru bagi modernisasi Tiongkok,” ujar Xi dalam pidato yang disiarkan oleh CCTV.
Xi menyebut tahun 2025 sebagai periode “luar biasa” bagi Tiongkok yang berhasil mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen dan produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 140 triliun yuan, menempatkan Tiongkok di antara ekonomi utama dunia dengan ketahanan yang kuat.
“Ekonomi negara kita bertahan di bawah tekanan, berkembang menuju arah baru yang lebih unggul, menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang luar biasa,” kata Xi.
Selain itu, Xi menyoroti kemajuan pesat dalam inovasi ilmiah dan teknologi, pembangunan sistem industri modern, serta pertumbuhan kekuatan produktif berkualitas baru sebagai bukti nyata dari transformasi ekonomi Tiongkok.
Pidato tersebut sekaligus menandai dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15, yang akan menjadi peta jalan pembangunan nasional hingga 2030. Dalam rencana ini, Beijing berfokus pada transformasi ekonomi berbasis inovasi, penguatan rantai pasok domestik, serta pemanfaatan teknologi masa depan seperti 6G, kecerdasan buatan (AI), energi hijau, dan eksplorasi luar angkasa.
Xi menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.
“Kita harus sepenuhnya menerapkan filosofi pembangunan baru, mempercepat pola pembangunan yang berkualitas tinggi, serta memastikan harmoni sosial,” ujarnya.
Pemerintah pusat juga berkomitmen melanjutkan reformasi ekonomi dan keterbukaan pasar, serta memperkuat sistem keamanan sosial dan kesejahteraan rakyat.
Persatuan Nasional dan Kedaulatan Negara
Dalam bagian penting pidatonya, Xi menegaskan bahwa persatuan nasional dan kedaulatan teritorial tetap menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas wilayah dan keharmonisan di Hong Kong, Makau, dan Taiwan.
“Kami akan terus mendukung Hong Kong dan Makau agar lebih baik berintegrasi dengan pembangunan nasional, serta memelihara semangat ‘satu negara, dua sistem’,” ucapnya.
Xi juga menyinggung peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II, 70 tahun berdirinya Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, dan 60 tahun Daerah Otonomi Tibet, sebagai simbol kesatuan bangsa dan perjalanan panjang menuju modernisasi.
“Kita menghormati para martir, menjaga perdamaian, dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” tambah Xi.
Kebijakan Luar Negeri dan Peran Global
Dalam konteks global, Xi menegaskan peran Tiongkok sebagai kekuatan stabilitas dunia. Ia berjanji bahwa Beijing akan terus berpartisipasi aktif dalam reformasi tata kelola global dan mendorong kerja sama internasional melalui inisiatif pembangunan dan keamanan global.
“Kami akan terus menyuntikkan energi positif ke dunia yang penuh perubahan dan gejolak,” kata Xi, seraya menegaskan komitmen Tiongkok untuk menjaga perdamaian internasional.
Xi juga menegaskan bahwa pembangunan Tiongkok tidak terlepas dari dunia, dan dunia pun memerlukan kontribusi Tiongkok bagi kemakmuran bersama.
Xi memberikan apresiasi terhadap Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) atas kontribusinya dalam membangun konsensus nasional. Ia meminta lembaga tersebut berperan aktif dalam musyawarah kebijakan, pengawasan demokratis, dan perumusan strategi pembangunan.
“CPPCC harus menjadi jembatan antara Partai, pemerintah, dan rakyat, mengumpulkan kebijaksanaan untuk mendukung modernisasi ala Tiongkok,” tegasnya.
Menuju Era Baru Modernisasi
Mengakhiri pidatonya, Xi menyerukan seluruh rakyat Tiongkok untuk melangkah bersama menghadapi babak baru sejarah dengan semangat kerja keras dan inovasi.
“Rencana besar telah disusun. Kini saatnya melangkah maju. Dengan kerja keras dan inovasi, kita akan memenangkan masa depan dan terus memperluas cakrawala modernisasi Tiongkok,” pungkasnya.
Pidato Tahun Baru Xi kali ini dipandang sebagai penegasan arah politik dan ekonomi Tiongkok di bawah kepemimpinannya, dengan fokus pada stabilitas domestik, kemajuan teknologi, dan pengaruh global yang semakin luas. (ren)
