Home - Internasional - Xi dan Putin Sepakat Perkuat Poros Beijing–Moskow di Tahun Baru

Xi dan Putin Sepakat Perkuat Poros Beijing–Moskow di Tahun Baru

Xi Jinping dan Vladimir Putin bertukar ucapan Tahun Baru, sepakat memperkuat poros Beijing–Moskow dan kemitraan strategis menghadapi tekanan global.

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:31 WIB
Xi dan Putin Sepakat Perkuat Poros Beijing–Moskow di Tahun Baru
Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Moskow 21 Maret 2023. Foto: Sputnik for Hallonews

HALLONEWS.COM — Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling bertukar ucapan Tahun Baru pada Selasa (31/12/2025), menandai komitmen keduanya untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah menjelma menjadi salah satu poros geopolitik paling berpengaruh di dunia.

Dalam pesannya yang disiarkan oleh Televisi Pusat Tiongkok (CCTV), Xi menegaskan kesiapan Beijing untuk “membimbing hubungan Tiongkok–Rusia ke era baru yang menghasilkan pencapaian baru”.

“Saya siap menjaga kontak erat dengan Presiden Putin dan bersama-sama membimbing hubungan Tiongkok–Rusia ke era baru untuk mencapai hasil baru,” ujar Xi, seperti dikutip CCTV, Rabu (31/12/2025).

Dalam pesannya kepada Putin, Xi menyoroti pentingnya hubungan historis antara kedua negara yang tahun ini menandai 80 tahun Kemenangan dalam Perang Dunia II.
Ia mengatakan, peringatan tersebut menjadi simbol kuat komitmen bersama Beijing dan Moskow untuk mempertahankan perdamaian global.

“Tiongkok dan Rusia dengan khidmat merayakan peringatan 80 tahun Kemenangan dalam Perang Dunia II, mengirimkan sinyal kuat bahwa perdamaian akan menang,” kata Xi.

Xi juga menegaskan bahwa kedua negara telah bekerja sama erat dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai struktur multilateral lain, berkontribusi terhadap reformasi dan peningkatan tata kelola global yang lebih seimbang.

“Kedua negara saling mendukung di dalam PBB dan struktur multilateral lainnya, berkontribusi pada reformasi tata kelola global melalui kebijaksanaan dan kekuatan,” tambahnya.

Pesan Balasan dari Moskow

Kremlin menyebut dalam pernyataannya bahwa Putin juga telah mengucapkan selamat Tahun Baru kepada Xi, serta kepada sejumlah pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Ucapan tersebut menjadi tradisi diplomatik tahunan Rusia, namun tahun ini memiliki makna politik lebih luas. Pertukaran pesan hangat antara Xi dan Putin dianggap menegaskan soliditas “poros Timur” di tengah ketegangan Moskow dan Beijing dengan negara-negara Barat.

Menurut pengamat, komunikasi yang terus terjalin antara kedua pemimpin itu menegaskan bahwa hubungan Tiongkok–Rusia kini telah melampaui sekadar kerja sama strategis, menjadi kemitraan geopolitik yang saling menopang dalam menghadapi tekanan internasional, terutama dari Washington dan sekutunya.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Tiongkok dan Rusia menunjukkan sinergi yang semakin dalam di berbagai bidang, mulai dari energi, perdagangan, teknologi, hingga pertahanan.

Kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama dalam forum seperti BRICS, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan PBB, guna memperjuangkan tatanan dunia “multipolar” yang tidak didominasi satu kekuatan.

“Baik Xi maupun Putin sama-sama memandang hubungan bilateral mereka bukan sekadar kemitraan, tapi pernyataan politik terhadap sistem global yang dianggap tidak adil,” ujar analis kebijakan luar negeri Fudan University, Li Ming.

Deklarasi “kemitraan tanpa batas” yang ditandatangani Xi dan Putin pada Februari 2022, hanya beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina, menjadi tonggak penting dalam arah diplomasi keduanya.

Sejak itu, Beijing menjadi mitra ekonomi dan politik terdekat Moskow, sementara Rusia mendukung posisi Tiongkok dalam berbagai isu internasional, termasuk Taiwan.

Sinyal Poros Timur di Tahun 2026

Pertukaran pesan Tahun Baru kali ini dianggap sebagai penegasan kesinambungan “poros Beijing–Moskow” memasuki tahun 2026, di tengah meningkatnya tekanan global terhadap kedua negara.

Xi menyebut bahwa kerja sama dengan Rusia tidak hanya soal kepentingan bilateral, melainkan juga bagian dari upaya menjaga stabilitas global dan menegakkan keadilan internasional.

Bagi Putin, dukungan terbuka Tiongkok memiliki nilai strategis, terutama di saat Rusia menghadapi isolasi ekonomi dari Barat akibat perang di Ukraina.

Sementara bagi Tiongkok, kemitraan dengan Rusia menjadi benteng diplomatik dan energi dalam menghadapi rivalitas jangka panjang dengan Amerika Serikat.

“Mereka kini bergerak seiring, bukan hanya untuk saling membantu, tapi untuk menantang dominasi Barat,” tulis harian Global Times dalam editorialnya menanggapi pesan kedua pemimpin tersebut.

Pertukaran ucapan Tahun Baru antara Xi dan Putin bukan sekadar diplomasi sopan santun, tetapi juga sinyal strategis bahwa kedua negara siap menavigasi dunia yang semakin terbelah.

Baik Beijing maupun Moskow sama-sama menegaskan bahwa poros Timur tidak akan mundur di hadapan tekanan geopolitik dan ekonomi.

Xi menutup pesannya dengan kalimat yang mencerminkan arah kebijakan luar negeri Tiongkok tahun depan: “Dengan kebijaksanaan dan kekuatan bersama, Tiongkok dan Rusia akan terus menjadi pilar stabilitas di tengah dunia yang bergejolak.” (ren)