Home - Teknologi & Digital - Nvidia Masuk ke Intel: Aliansi Baru AS Hadapi Dominasi TSMC dan China di Industri Chip

Nvidia Masuk ke Intel: Aliansi Baru AS Hadapi Dominasi TSMC dan China di Industri Chip

Nvidia menyuntik Intel US$5 miliar, membentuk aliansi strategis baru industri chip AS untuk menantang dominasi TSMC dan memperkuat ekosistem AI global.

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:00 WIB
Nvidia Masuk ke Intel: Aliansi Baru AS Hadapi Dominasi TSMC dan China di Industri Chip
Ilustrasi logo Nvidia dan Intel. (Dok Nvidia)

HALLONEWS.COM — Investasi Nvidia senilai US$5 miliar ke Intel bukan sekadar transaksi finansial biasa. Langkah ini menandai terbentuknya aliansi strategis baru di industri semikonduktor Amerika Serikat, di tengah persaingan global yang semakin tajam dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan China.

Melalui pembelian sekitar 214,7 juta saham Intel, Nvidia resmi jadi pemegang saham minoritas perusahaan chip legendaris tersebut.

Meski kepemilikannya tidak mengendalikan Intel, sinyal yang dikirim ke pasar sangat kuat: raksasa AI kini ikut bertaruh pada kebangkitan manufaktur chip Amerika.

Pasar merespons cepat. Saham Intel melonjak signifikan sejak pengumuman kesepakatan, mendorong nilai investasi Nvidia meningkat hingga diperkirakan US$7,5 miliar.

Kenaikan ini sekaligus mematahkan anggapan awal bahwa investasi tersebut hanyalah bentuk “penyelamatan” terhadap Intel yang sempat terpuruk akibat belanja modal besar dan tertinggal dalam perlombaan teknologi proses manufaktur.

Namun nilai strategis investasi ini jauh melampaui pergerakan saham. Nvidia dan Intel sepakat memperkuat kolaborasi teknologi, termasuk pengembangan chip x86 khusus Nvidia, system-on-chip (SoC) untuk PC dan pusat data, serta integrasi GPU Nvidia RTX langsung ke dalam arsitektur Intel.

Teknologi NVLink akan jadi tulang punggung konektivitas antarchip, menawarkan bandwidth hingga 1,8 TB/detik per GPU—angka krusial untuk kebutuhan komputasi AI skala besar.

Dari sudut pandang geopolitik, kerja sama ini sejalan dengan agenda pemerintah AS dalam memperkuat rantai pasok semikonduktor domestik.

Dukungan pemerintah AS melalui pembelian saham Intel senilai US$8,9 miliar menunjukkan bahwa kebangkitan Intel bukan hanya isu bisnis, tetapi juga kepentingan keamanan nasional.

Intel sendiri tengah memposisikan bisnis foundry sebagai penantang serius TSMC, khususnya di Amerika Serikat. Investasi pada teknologi High-NA EUV lithography menjadi fondasi ambisi tersebut.

Kehadiran Nvidia sebagai mitra strategis memperkuat kredibilitas rencana ini di mata pasar global.

Bagi Nvidia, langkah ini memperluas pengaruhnya di luar desain GPU dan AI accelerator. Dengan terlibat lebih dalam di ekosistem x86 dan manufaktur chip, Nvidia berpotensi menjadi arsitek utama masa depan komputasi global, bukan sekadar pemasok komponen.

Aliansi Nvidia–Intel pun dipandang sebagai titik balik lanskap industri chip, yang dapat mengubah peta persaingan teknologi dunia dalam dekade mendatang.(kim)