Home - Nusantara - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet Tanda Tangan MoU Data Desa Presisi

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet Tanda Tangan MoU Data Desa Presisi

Gubernur Maluku Utara jalin kerjasama dengan IPB University. Sherly Tjoanda hadir langsung untuk tandatangani MoU dengan Dr Alim Setiawan Slamet di Kampus Dramaga.

Rabu, 31 Desember 2025 - 10:00 WIB
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet Tanda Tangan MoU Data Desa Presisi
Ket foto, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Rektor IPB University. (Humas IPB)

HALLONEWS.COM – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menjalin kerjasama dengan IPB University. Sherly Tjoanda hadir langsung untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet di Kampus Dramaga.

Sherly mengungkapkan, MoU ini sangat bermanfaat, karena selama ini berbagai program bantuan sosial dan dana pendidikan dari pemerintah pusat, sering kali tidak tepat sasaran akibat ketidakakuratan data.

Dampak dari tidak tepat sasaran ini, ia mengakui, indikator kemiskinan dan kesejahteraan sulit mengalami penurunan signifikan.

“Jadi saya ke sini, karena mendapatkan rekomendasi dari salah satu menteri, bahwa IPB University memiliki data desa presisi yang diinisiasi oleh Prof Sofyan Sjaf,” kata melalui rilisnya yang diterima wartawan media ini Rabu 31 Desember 2025.

Dirinya mengaku, pemerintah Provinsi Maluku Utara yang ia pimpin, memandang penting untuk membenahi data desa sebagai dasar penyaluran bantuan dan perencanaan pembangunan.

“Saya sedang menata pemerataan pembangunan. Tapi saya masih menghadapi tantangan,” ujarnya.

Gubernur terkaya berdasarkan LHKPN ini mengaku, pertumbuhan ekonomi baru mencapai 3,9 persen, tingkat partisipasi pendidikan 61 persen, kemiskinan 4,8 persen, dan pengangguran 6 persen.

“Berbagai indikator tersebut belum dapat ditangani secara optimal karena basis data yang belum akurat. Melalui MoU ini, IPB University dan Pemprov Maluku Utara sepakat membangun kolaborasi nyata melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sesuai kebutuhan daerah,” ungkapnya.

Gubernur Sherly juga menyatakan keterbukaan terhadap program KKN mahasiswa, riset, serta beasiswa utusan daerah bagi putra-putri Maluku Utara.

Ia menegaskan bahwa Maluku Utara, sebagai wilayah industri hilirisasi nikel terbesar di dunia, merupakan laboratorium riset yang strategis.

“Saya berharap hasil MoU ini menghasilkan program-program konkret yang benar-benar berguna bagi masyarakat Maluku Utara,” tegasnya.

Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet menyambut baik inisiatif Gubernur Maluku Utara untuk mengembangkan data desa presisi bersama IPB.

Ia menegaskan, komitmen IPB University dalam pengabdian kepada masyarakat melalui desa binaan berbasis inovasi.

“Konsep data desa presisi IPB University saat ini telah diterapkan di 16 provinsi serta 36 kota dan kabupaten,” ujarnya.

Orang nomor satu di kampus berbasis pertanian ini menegaskan, IPB University memiliki rekam jejak panjang kerja sama dengan Maluku Utara, termasuk dalam program hilirisasi perkebunan dan perikanan serta kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi.

“Kami berkepentingan agar inovasi IPB dapat diadopsi langsung oleh masyarakat. Melalui data desa presisi. Kami berharap dapat mendukung keberhasilan program-program ibu Sherly secara nyata,” tutupnya. (yopy)