Temui Wali Kota Cilegon, Mahasiswa Desak Pemerintah Tindak Industri Pencemar Udara
Forum BEM Cilegon temui Wali Kota, desak audit lingkungan dan penindakan industri pencemar udara serta soroti ISPA, pendidikan, kriminalitas, dan ketenagakerjaan.

HALLONEWS.COM– Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cilegon menggelar audiensi resmi dengan Wali Kota Cilegon untuk menyampaikan kajian terkait isu strategis. Audiensi dipimpin para Presidium Forum BEM, yang berasal dari berbagai universitas di Cilegon.
Forum BEM Cilegon menyoroti empat isu utama terkait kesehatan lingkungan, pendidikan, kriminalitas, dan ketenagakerjaan.
Presidium 1 BEM Cilegon, Syafaat menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal isu daerah melalui kajian kritis dan pendekatan intelektual.
Dalam pertemuan tersebut, Presidium 2 BEM CILegon, Aan Solihan mengungkap tingginya kasus pelecehan seksual, dengan 48 kasus tercatat Januari – September 2025, sebagian besar korban anak di bawah umur.
Sementara Putri, Presidium 5 menyoroti lonjakan ISPA akibat buruknya kualitas udara dari aktivitas industri dekat pemukiman.
Di sektor ketenagakerjaan, Presidium 4 Nafisa mencatat tingginya pengangguran karena ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja lokal dan kebijakan yang belum optimal. Sementara Lili (Presidium 3) menyoroti ketidakjelasan status 441 guru honorer dan program Beasiswa Cilegon Juara yang belum berjalan optimal.
Forum BEM mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain audit lingkungan independen, perlindungan anak, sinkronisasi kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan, serta perlindungan bagi guru honorer.
Syafaat menegaskan, audiensi ini bagian dari peran mahasiswa sebagai agen kontrol sosial, dan Forum BEM akan terus melakukan advokasi demi terwujudnya Kota Cilegon yang sehat, adil, dan berkelanjutan. (yur)
