Home - Teknologi & Digital - Samsung Galaxy Z TriFold Disorot: Inovasi Lipat Tiga yang Mahal tapi Rentan Rusak

Samsung Galaxy Z TriFold Disorot: Inovasi Lipat Tiga yang Mahal tapi Rentan Rusak

Samsung Galaxy Z TriFold hadir dengan desain lipat tiga futuristik, namun uji ketahanan mengungkap berbagai kelemahan serius, mulai dari engsel yang rapuh hingga kerentanan terhadap debu.

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:00 WIB
Samsung Galaxy Z TriFold Disorot: Inovasi Lipat Tiga yang Mahal tapi Rentan Rusak
Samsung Galaxy Z TriFold Foto: Dok. Samsung

HALLONEWS.COM – Samsung Galaxy Z TriFold hadir sebagai terobosan besar di pasar ponsel lipat dengan desain tiga panel dan dua engsel. Smartphone ini menawarkan layar ekstra luas yang dapat bertransformasi dari ponsel menjadi tablet. Namun, di balik inovasi ambisius tersebut, berbagai pengujian ketahanan justru mengungkap sisi rapuh Galaxy Z TriFold yang memicu kritik.

Sejumlah uji ketahanan dari YouTuber teknologi ternama serta pengujian mekanis independen menunjukkan bahwa Galaxy Z TriFold memiliki terlalu banyak titik lemah struktural. Meski masih tergolong aman untuk penggunaan normal sehari-hari, perangkat ini gagal menunjukkan ketangguhan saat menghadapi tekanan di luar skenario ideal.

Rentan Terhadap Tekukan Salah Arah

Masalah paling serius terletak pada ketahanan terhadap tekukan. Dalam uji ekstrem, Galaxy Z TriFold langsung mengalami kerusakan fatal ketika dibengkokkan ke arah yang tidak sesuai dengan desain lipatannya. Tekanan yang relatif ringan sudah cukup untuk membuat engsel patah dan layar menampilkan kerusakan piksel permanen.

Catatan ini menjadikan Galaxy Z TriFold sebagai salah satu ponsel Galaxy pertama yang mengalami kegagalan total dalam uji tekuk berlawanan arah, sesuatu yang jarang terjadi pada lini Galaxy Z sebelumnya.

Debu dan Pasir Menjadi Ancaman Nyata

Meskipun telah mengantongi sertifikasi IP48, Galaxy Z TriFold terbukti kurang tangguh saat menghadapi debu dan pasir. Dalam pengujian, partikel halus dengan mudah masuk ke area engsel. Gesekan serta suara berderak saat ponsel dibuka dan ditutup mengindikasikan potensi kerusakan jangka panjang.

Desain dua engsel memang memberikan fleksibilitas ekstra, tetapi juga menciptakan lebih banyak celah yang sulit dilindungi sepenuhnya dari kotoran.

Desain Tipis dengan Risiko Tinggi

Setiap panel Galaxy Z TriFold memiliki ketebalan sekitar 4,2 mm. Ketipisan ini membuat perangkat terasa futuristik, namun juga terlalu fleksibel. Rangka yang tipis gagal mendistribusikan tekanan secara merata, sehingga kerusakan yang terjadi sering kali bersifat struktural dan mahal untuk diperbaiki, terutama pada layar lipat.

Tahan Lipatan, Bukan Penyalahgunaan

Dalam uji lipatan jangka panjang, Galaxy Z TriFold mampu bertahan hingga sekitar 150 ribu kali lipatan, mendekati klaim Samsung sebesar 200 ribu kali. Namun, ketahanan ini hanya berlaku dalam kondisi ideal. Ketika ponsel mengalami tekanan berlebih, lipatan yang tidak sesuai, atau paparan debu ekstrem, kelemahannya langsung terlihat.

Kalah Tangguh dari Galaxy Z Fold 7

Jika dibandingkan dengan Galaxy Z Fold 7, Galaxy Z TriFold tampak tertinggal dalam hal ketahanan. Fold 7, yang merupakan hasil evolusi desain selama bertahun-tahun, masih mampu melewati uji tekuk dengan kerusakan minimal. Sebaliknya, kompleksitas desain TriFold justru membuatnya lebih rentan.

Kesimpulan

Samsung Galaxy Z TriFold menjadi bukti bahwa inovasi besar masih membawa kompromi yang tidak kecil. Perangkat ini tampil canggih dan futuristik, namun belum sepenuhnya siap untuk menghadapi penggunaan berat di dunia nyata.