Home - Nusantara - Vihara Kwan Yin Pelabuhan Ratu Diserbu Wisatawan

Vihara Kwan Yin Pelabuhan Ratu Diserbu Wisatawan

Libur panjang hari raya Natal dan sambut Tahun Baru, wisatawan banyak berwisata ke vihara Kwan Yin yang berada di Desa Sangrawayang, Sukabumi, Jawa Barat.

Senin, 29 Desember 2025 - 14:58 WIB
Vihara Kwan Yin Pelabuhan Ratu Diserbu Wisatawan
Ket foto, menikmati angin laut dan ombak pantai Sangrawayang, Sukabumi beberapa waktu lalu. (yopy)

HALLONEWS.COM – Libur panjang hari raya Natal dan sambut Tahun Baru, wisatawan banyak berwisata ke vihara Kwan Yin yang berada di Desa Sangrawayang, Sukabumi, Jawa Barat.

Banyaknya wisatawan yang berwisata ke vihara yang memiliki seribu anak tangga ini, diduga penyebabnya dari adanya penutupan Pantai Kunti di dalam kawasan Ciletuh yang berada di UNESCO Global Geopark (CPUGG), Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Penutupan bagi kunjungan manusia di pantai yang sangat cantik ini, demi menjaga ekosistim dan kerusakan lingkungan dari maraknya aktivitas ilegal di kawasan tersebut.

Iwan Setiawan, Kepala Resor (Kares) Cikepuh menjelaskan, kebijakan penutupan telah melalui pertimbangan matang dan proses sosialisasi yang panjang kepada masyarakat serta pelaku usaha wisata.

Pelabuhan Ratu2
Ket foto, menikmati angin laut dan ombak pantai Sangrawayang, Sukabumi beberapa waktu lalu. (yopy)

“Pantai yang berada di UNESCO Global Geopark (CPUGG) Sukabumi, Jawa Barat ini resmi ditutup untuk aktivitas manusia sejak 2024. Kami jaga agar tetap lestari,” kata Iwan dikutip wartawan media ini dalam arsipnya Senin 29 Desember 2025.

Wartawan media ini sempat bermalam dibibir pantai dekat vihara Kwan Yin. Pulau kecil dengan panorama alam yang indah, membuat Pulau Kunti berbeda dari pantai lain yang ada diseputar Pelabuhanratu.

Menurut Iwan, sejak awal, segala bentuk aktivitas di Pulau Kunti sebenarnya sudah dilarang karena statusnya sebagai kawasan konservasi, termasuk di area pasir putihnya.

Ia menegaskan, larangan kunjungan ke Pulau Kunti merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

“Berbagai kegiatan yang selama ini berlangsung di pulau tersebut bersifat ilegal dan berpotensi merusak kawasan konservasi. Penutupan dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga fungsi ekologis sekaligus mempertahankan nilai geopark,” tegasnya.

Pelabuhan Ratu3
Ket foto, menikmati angin laut dan ombak pantai Sangrawayang, Sukabumi beberapa waktu lalu. (yopy)

Upaya penutupan itu berhasil sejauh ini. Kini, Geopark Ciletuh Palabuhanratu masih berstatus UNESCO Global Geopark dan baru saja melalui proses evaluasi positif pada 2025.

Pengunjung lalu mengalihkan tujuan wisata ke vihara Kwan Yin. Pusat ibadah umat beragama Budha ini yang semula berada di Batam ini, ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai etnis, suku dan agama.

Sama dengan Pulau Kunti terletak di ujung semenanjung kawasan Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh atau Cagar Alam Cibanteng, Kabupaten Sukabumi, vihara Kwan Yin juga memiliki hamparan pasir putih yang indah dengan gelombang yang memecah bebatuan.

Menurut cerita warga setempat, didekat Pantai Kunti, terdapat gua yang menghadap langsung ke laut dan telah lama lekat dengan mitos lokal sebagai tempat yang dipercaya dapat mempercepat datangnya jodoh bagi mereka yang memasukinya.

Cerita tersebut berkembang turun-temurun di kalangan masyarakat, meski kerap disebut hanya sebagai kepercayaan dan bukan fakta ilmiah.

Pelabuhan Ratu4
Ket foto, menikmati angin laut dan ombak pantai Sangrawayang, Sukabumi beberapa waktu lalu. (yopy)

Seperti halnya vihara Kwan Yin yang menurut warga, merupakan pertemuan sembilan naga.

Kisah naga jawa penjaga laut dan alam Ciletuh hingga Nyi Roro Kidul juga menjadi cerita warga bersama wartawan media ini, saat menikmati desiran ombak dan angin laut dipinggir pantai Sangrawayang. (yopy)