AS Jamin Ukraina 100% Aman, Trump: Perang Harus Segera Berakhir
AS jamin keamanan Ukraina 100% usai pertemuan Trump–Zelenskyy di Mar-a-Lago. Perdamaian makin dekat, tapi isu Donbas masih jadi hambatan utama.

HALLONEWS.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington kini menjamin keamanan Ukraina sepenuhnya, setelah mencapai kesepakatan dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam pertemuan bilateral di Mar-a-Lago, Florida, Minggu (28/12/2025) waktu setempat.
Kesepakatan tersebut menjadi terobosan besar dalam upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. Zelenskyy menyebut bahwa jaminan keamanan AS telah “100% disetujui”, sementara kerangka perdamaian secara keseluruhan sudah disepakati 90%.
“Kami telah mencapai pencapaian besar. Jaminan keamanan AS–Ukraina telah disetujui 100%, dan dimensi militer telah disepakati sepenuhnya,” kata Zelenskyy kepada wartawan di Florida seperti dilansir Euronews, Senin (29/12/2025).
Trump menyebut pembicaraan dua jam itu sebagai pertemuan produktif yang membawa kedua pihak lebih dekat pada akhir perang. Ia menegaskan, konflik harus segera diakhiri dan bahwa pembicaraan lanjutan akan digelar dalam beberapa hari ke depan.
“Kami sangat dekat dengan kesepakatan. Banyak hal bergerak ke arah yang benar,” ujar Trump. “Perang ini harus segera berakhir.”
Meski sebagian besar rencana perdamaian telah disepakati, wilayah Donbas di Ukraina timur masih menjadi batu sandungan utama. Rusia tetap menuntut kendali penuh atas kawasan Donetsk dan Luhansk, sementara Kyiv menolak menyerahkan kedaulatannya.
“Itu masalah yang sangat sulit,” aku Trump.
Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina akan tetap berpegang pada hukum internasional dan hak rakyatnya atas wilayah tersebut.
“Kami menghormati rakyat kami dan hukum kami. Sikap kami jelas,” katanya.
Dalam konferensi pers, Trump menjelaskan bahwa Amerika Serikat akan menjadi penjamin utama keamanan Ukraina, namun negara-negara Eropa juga akan memegang peran strategis dalam arsitektur pertahanan jangka panjang.
Selama pertemuan di Mar-a-Lago, Trump dan Zelenskyy berbicara melalui telepon dengan para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang menyebut pertemuan tersebut menunjukkan “kemajuan yang baik.”
“Yang terpenting adalah memiliki jaminan keamanan yang kuat sejak hari pertama,” tulis von der Leyen di platform X.
Panggilan video itu juga diikuti oleh pemimpin Prancis, Inggris, Jerman, Italia, Finlandia, Polandia, Norwegia, dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Putaran negosiasi berikutnya antara AS, Ukraina, dan negara-negara Eropa dijadwalkan berlangsung di Washington pada Januari mendatang, untuk menyelesaikan dokumen final perjanjian perdamaian.
Reaksi dari Moskow
Satu jam sebelum bertemu Zelenskyy, Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengaku bahwa Kremlin masih menuntut kendali penuh atas Ukraina timur, namun menilai Putin juga menunjukkan keinginan untuk mengakhiri konflik.
“Putin tahu perang ini melelahkan dan ingin menghentikannya, tapi dengan syarat yang sulit,” ujar Trump.
Meski begitu, Rusia masih melanjutkan serangan udara dan rudal ke Kyiv dan wilayah timur Ukraina. Serangan terbaru pada akhir pekan menghantam infrastruktur energi dan permukiman warga, menyebabkan pemadaman listrik meluas di tengah musim dingin.
Trump juga menyinggung Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia (ZNPP), fasilitas terbesar di Eropa yang diduduki Rusia sejak awal invasi. Ia mengatakan Putin bekerja sama dengan Ukraina untuk membuka kembali pembangkit tersebut, meski kawasan itu kini dimiliterisasi berat.
“Putin juga ingin melihatnya dibuka,” kata Trump.
PBB dan IAEA telah berulang kali memperingatkan bahaya kebocoran nuklir akibat militerisasi berlebihan di sekitar kompleks pembangkit.
Pertemuan di Mar-a-Lago menjadi tonggak baru diplomasi global, menandai peran aktif Trump dalam mendorong akhir perang Rusia–Ukraina. Dengan jaminan keamanan AS 100% untuk Ukraina, harapan perdamaian kini terlihat lebih nyata dibandingkan sebelumnya.
“Kami ingin perdamaian yang adil dan abadi,” kata Zelenskyy.
Meski isu Donbas masih menyisakan ketegangan, kesepakatan yang dicapai di Florida memberi sinyal bahwa akhir perang mungkin tinggal menunggu waktu. (ren)
