Home - Internasional - Pertemuan Bersejarah: Trump dan Zelenskyy Bahas Akhir Perang Ukraina di Florida

Pertemuan Bersejarah: Trump dan Zelenskyy Bahas Akhir Perang Ukraina di Florida

Trump dan Zelenskyy bertemu di Florida bahas rencana perdamaian Rusia–Ukraina yang sudah 90% rampung. Pembahasan mencakup jaminan keamanan, kerja sama ekonomi, dan status wilayah timur Ukraina.

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:36 WIB
Pertemuan Bersejarah: Trump dan Zelenskyy Bahas Akhir Perang Ukraina di Florida
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) saat pertemuan bilateral sebelumnya di Gedung Putih. Keduanya dijadwalkan bertemu kembali di Mar-a-Lago, Florida, untuk membahas rencana perdamaian Ukraina–Rusia yang hampir rampung. Foto: Euronews for Hallonews

HALLONEWS.COM – Dunia menaruh perhatian pada Florida, tempat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan bertemu di kediaman pribadi Trump, Mar-a-Lago, pada Minggu (28/12/2025) waktu setempat.

Pertemuan ini menjadi puncak diplomasi selama berminggu-minggu antara Kyiv dan Washington, yang disebut-sebut dapat menjadi langkah paling menentukan menuju akhir perang Rusia–Ukraina.

Trump sebelumnya menegaskan, dirinya hanya akan bertemu Zelenskyy ketika proses perdamaian sudah memasuki tahap akhir. Kini, Zelenskyy menyebut rencana perdamaian itu “sudah 90 persen rampung.”

“Banyak hal bisa diputuskan sebelum Tahun Baru,” ujar Zelenskyy sebelum berangkat menuju Florida, seperti dilansir Euronews. Ia menambahkan bahwa Trump percaya ada “peluang besar” untuk mencapai kesepakatan damai yang akan mengakhiri konflik hampir tiga tahun tersebut.

Pertemuan dua pemimpin ini berlangsung di tengah suasana tegang. Beberapa jam sebelum keberangkatan Zelenskyy, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Kyiv yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai puluhan lainnya.

Meski demikian, semangat diplomasi terus dijaga. Dalam perjalanannya ke Amerika Serikat, Zelenskyy sempat singgah di Halifax, Kanada, untuk bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan mengadakan panggilan dengan sejumlah pemimpin Eropa.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan tujuan bersama mereka: “Mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi yang menjaga kedaulatan serta integritas wilayah Ukraina.”

Agenda Kunci Pertemuan di Florida

Presiden Zelenskyy mengungkapkan bahwa tim negosiasi kedua negara telah menyiapkan draf awal beberapa dokumen penting yang akan dibahas secara langsung di pertemuan Florida. “Beberapa isu hanya bisa diselesaikan di tingkat pemimpin,” katanya.

Tiga isu utama yang menjadi agenda pembahasan adalah pertama, jaminan keamanan bagi Ukraina. Zelenskyy menyebut perjanjian jaminan keamanan antara Ukraina dan AS “hampir siap” dan bersifat bilateral tanpa melibatkan Moskow.

Kedua, kerja sama ekonomi pascaperang. Kesepakatan dasar mencakup dukungan ekonomi dan rekonstruksi infrastruktur strategis yang hancur akibat perang.

Ketiga, status wilayah Ukraina dan pembangkit nuklir Zaporizhzhia. Dua isu ini menjadi batu sandungan utama dalam pembahasan rencana perdamaian.

Tantangan Terbesar: Wilayah Timur dan Zaporizhzhia

Rencana perdamaian yang terdiri dari 20 poin disebut telah rampung 90 persen, namun dua hal masih menjadi perdebatan sengit: kontrol atas wilayah timur Ukraina dan pengelolaan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia (ZNPP), pembangkit terbesar di Eropa yang kini dikuasai Rusia.

Rusia bersikeras agar Ukraina menyerahkan sepenuhnya wilayah Donbas yang belum direbut. Sebagai jalan tengah, Washington mengusulkan pembentukan zona ekonomi bebas, sementara Kyiv menuntut demiliterisasi dan kehadiran pasukan internasional untuk menjamin stabilitas.

Terkait ZNPP, Amerika Serikat mengusulkan pembentukan konsorsium trilateral dengan Rusia dan Ukraina. Namun Zelenskyy menolak, menawarkan opsi usaha patungan eksklusif antara AS dan Ukraina, tanpa keterlibatan Moskow.

“Secara hukum, kami tidak akan mengakui pendudukan dalam bentuk apa pun,” tegas Zelenskyy. “Tapi masalah ini harus dibicarakan dengan rakyat Ukraina, entah melalui referendum atau mekanisme legislatif tertentu.”

Sementara itu, Presiden Trump menilai ada peluang besar untuk mencapai kesepakatan damai.

“Saya pikir kedua pihak kini sama-sama ingin melakukannya. Rusia juga tampak siap, tapi sering kali ketika satu pihak siap, pihak lain belum,” ujarnya kepada New York Post.

Trump menilai momentum akhir tahun bisa menjadi waktu yang tepat bagi lahirnya kesepakatan damai, sementara Zelenskyy melihat pertemuan di Florida sebagai kesempatan emas untuk menuntaskan 10 persen terakhir dari rencana perdamaian yang telah disusun.

“Langkah berikutnya harus menjamin keamanan rakyat Ukraina,” kata Zelenskyy. “Jika kesepakatan ini tercapai, ini akan menjadi titik balik menuju perdamaian yang berkelanjutan.” (ren)