Home - Ekonomi & Bisnis - PGJO Dirikan Anak Usaha Perdagangan Nikel, Sinyal Perubahan Arah Bisnis?

PGJO Dirikan Anak Usaha Perdagangan Nikel, Sinyal Perubahan Arah Bisnis?

PGJO mendirikan anak usaha perdagangan nikel bernama PT Niaga Nikel Raya. Langkah ini dinilai sebagai sinyal perubahan arah bisnis dan potensi backdoor listing oleh pemegang saham baru asal Tiongkok.

Minggu, 28 Desember 2025 - 8:25 WIB
PGJO Dirikan Anak Usaha Perdagangan Nikel, Sinyal Perubahan Arah Bisnis?
ilustrasi PGJO saat melantai di Bursa Efek Indonesia (Dok PGJO)

HALLONEWS.COM – PT Bahtera Bumi Raya Tbk. (PGJO) secara resmi meluncurkan anak perusahaan baru yang disebut PT Niaga Nikel Raya, yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Akta Pendirian No. 21 tanggal 5 Desember 2025, dibuat di hadapan Notaris I Nyoman Satria Wijaya, S.H., M.Kn., dan disetujui pada 8 Desember 2025 oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

PT Niaga Nikel Raya didirikan dengan tujuan untuk menjalankan usaha di bidang perdagangan besar, yang mencakup perdagangan besar logam dan bijih logam serta produk YBDI dan bahan bakar padat, cair, dan gas (KBLI 46610). Ruang lingkup bisnis ini secara jelas membuka eksposur Perseroan terhadap komoditas strategis, seperti nikel dan logam lainnya.

Dari segi struktur modal, PT Niaga Nikel Raya memiliki modal dasar sebesar Rp10 miliar dan modal disetor dan ditempatkan sebesar Rp10 miliar.

PGJO memiliki semua saham, atau 100% kepemilikan, dalam anak usaha ini. Ini menunjukkan bahwa model bisnis Perseroan telah berubah ke industri yang berfokus pada perdagangan logam dan komoditas.

PT Tourindo Guide Indonesia didirikan pada 20 Februari 2017 dan awalnya bergerak di bidang informasi dan komunikasi, terutama sebagai marketplace pariwisata digital yang menghubungkan mitra penyedia jasa pariwisata dengan pengguna platform. Model bisnis perusahaan berfokus pada pengembangan ekosistem pariwisata digital di Indonesia.

Namun, setelah PT Zhengyu Global Trading asal Tiongkok mengambil alih entitas PT Batu Investasi Indonesia, struktur kepemilikan PGJO mengalami perubahan yang signifikan. Dengan transaksi tersebut, pemegang saham baru memperoleh 493 juta saham PGJO, atau 61,96% dari PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN).

Kinerja Saham Perusahaan

Dengan penurunan 6,91% dalam satu minggu dan penurunan 22,01% dalam satu bulan terakhir, saham PGJO saat ini diperdagangkan di level 1.010. Selain itu, saham terus melemah 15,13% selama tiga bulan, menunjukkan fase pemulihan setelah reli yang panjang. Sebaliknya, saham PGJO melonjak sebesar 930,61% dalam waktu satu tahun.

Pergerakan saham dan tindakan perusahaan yang dilakukan PGJO menunjukkan bahwa emiten ini sedang mengalami proses backdoor listing oleh pemegang saham baru asal Tiongkok. Arah transformasi bisnis Perseroan yang sangat berbeda dari model awalnya ditunjukkan oleh pergeseran fokus bisnis dari sektor travel menuju perdagangan logam dan komoditas, termasuk nikel.

Kenaikan harga saham yang sangat tinggi dalam satu tahun terakhir umumnya menjadi sinyal untuk mengantisipasi adanya penyuntikan aset atau proyek baru dari pemegang saham pengendali untuk menopang lini usaha yang baru.

Jika realisasi penambahan aset benar-benar terjadi, hal ini berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja keuangan PGJO ke depan.

Meskipun demikian, investor harus berhati-hati. Bahkan sebelum kontribusi pendapatan dari operasional baru dihasilkan, valuasi perusahaan saat ini sudah berada di level yang cukup tinggi, terlepas dari potensi bisnis nikel dan logam yang menarik.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)