Home - Nasional - BNPB: Korban Bencana di Sumatera Tembus 1.138 Jiwa, Hampir 450 Ribu Warga Masih Mengungsi

BNPB: Korban Bencana di Sumatera Tembus 1.138 Jiwa, Hampir 450 Ribu Warga Masih Mengungsi

Jumlah korban bencana di Sumatera terus bertambah. BNPB melaporkan lebih dari seribu jiwa meninggal dunia dan hampir setengah juta warga masih mengungsi, sementara sejumlah daerah kini memasuki tahap transisi darurat.

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:30 WIB
BNPB: Korban Bencana di Sumatera Tembus 1.138 Jiwa, Hampir 450 Ribu Warga Masih Mengungsi
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan update penanganan bencana Sumatera, di Jakarta, Sabtu (27/12/2025). BNPB mencatat 1.138 korban meninggal dan hampir 450 ribu warga masih mengungsi. Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB Indonesia for Hallonews

HALLONEWS.COM-Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan pembaruan operasi pencarian dan pertolongan korban bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak akhir November lalu.

“Per hari ini kita mengalami kenaikan jumlah korban jiwa menjadi 1.138 jiwa,” ujar Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 163 orang masih hilang, sementara jumlah pengungsi mencapai 449.846 jiwa.

“Sebagian mengungsi di pos-pos resmi, sebagian lagi secara mandiri di rumah keluarga, saudara, atau kerabat,” jelasnya.

Status Transisi Darurat Ditetapkan di 19 Daerah

Abdul Muhari menuturkan, 19 kabupaten/kota di Sumatera telah menetapkan status transisi darurat pascabencana besar yang melanda wilayah tersebut.

“Enam daerah di Aceh, enam di Sumatera Utara, dan tujuh di Sumatera Barat,” ujarnya.

Masih ada empat kabupaten/kota lainnya yang sedang menunggu penetapan surat keputusan (SK) peralihan dari status tanggap darurat ke transisi darurat.

Menurut Muhari, pada masa tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan dua hal Utama yaitu pencarian dan pertolongan korban, serta pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga terdampak.

Selain itu, dilakukan pula pembukaan akses jalan, pemulihan jaringan komunikasi, serta pemulihan energi dan air bersih.

Namun saat memasuki fase transisi darurat, sebagian kegiatan tersebut mulai dikurangi prioritasnya, terutama di titik-titik di mana peluang menemukan korban semakin kecil.

“Pencarian korban di area padat penduduk mulai dikurangi karena kemungkinan ditemukannya jasad semakin kecil,” katanya.

Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Memasuki masa transisi darurat, pemerintah pusat dan daerah kini mulai menyiapkan langkah-langkah awal rehabilitasi dan rekonstruksi.

Langkah tersebut mencakup antara lain pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), pembersihan kawasan dan lingkungan, serta revitalisasi infrastruktur dasar.

“Kegiatan pembersihan dan pembangunan hunian dilakukan secara paralel dengan bantuan kementerian dan lembaga terkait,” tambah Muhari.

Bencana di Sumatera, meliputi banjir bandang, longsor, di beberapa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur, rumah penduduk, serta lahan pertanian.

BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah masih terus melakukan operasi gabungan pencarian dan penanganan pengungsi. (ren)