Home - Internasional - Kyiv Dibombardir Rusia Jelang Pertemuan Zelenskyy–Trump

Kyiv Dibombardir Rusia Jelang Pertemuan Zelenskyy–Trump

Ibu Kota Ukraina kembali dilanda malam paling kelam di akhir tahun. Hanya sehari sebelum Presiden Volodymyr Zelenskyy bertemu Donald Trump di Florida, Rusia menggempur Kyiv dengan ratusan drone dan rudal, menewaskan warga sipil serta melumpuhkan jaringan listrik di tengah musim dingin.

Sabtu, 27 Desember 2025 - 23:11 WIB
Kyiv Dibombardir Rusia Jelang Pertemuan Zelenskyy–Trump
Petugas darurat Ukraina berjuang memadamkan api di gedung perumahan Kyiv setelah serangan besar-besaran Rusia pada Sabtu (27/12/2025). Sedikitnya dua orang tewas dan puluhan luka-luka dalam gempuran menjelang pertemuan Zelenskyy–Trump di AS. Foto: Dinas Darurat Ukraina for Hallonews

HALLONEWS.COM-Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv pada Sabtu (27/12/2025) dini hari, menandai salah satu gempuran paling intens sejak awal invasi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai “aksi teror sinis” yang bertepatan dengan persiapan pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Florida pada Minggu (28/12/2025).

Menurut otoritas Ukraina, lebih dari 500 drone kamikaze dan 40 rudal balistik ditembakkan ke berbagai distrik ibu kota. Serangan itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai lebih dari 30 warga, termasuk anak-anak.

Ledakan terjadi di enam distrik Kyiv, menghancurkan gedung-gedung perumahan dan infrastruktur energi utama.

“Rusia ingin kita kehilangan cahaya dan kehangatan. Mereka mendorong kita ke dalam kegelapan,” kata Kepala Administrasi Militer Kyiv, Timur Tkachenko, melalui Telegram seperti dilansir Sky News, Sabtu (27/12/2025).

Pemadaman Massal dan Krisis Energi

Perusahaan listrik swasta DTEK melaporkan lebih dari 320.000 rumah tangga tanpa pasokan listrik dan pemanas.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menambahkan, “Sepertiga ibu kota kini tanpa pemanas di tengah suhu di bawah nol.”

“Rusia menanamkan kelelahan dan ketakutan, tapi kampanye itu tidak akan berhasil,” ujarnya.

Zelenskyy dalam unggahan di media sosial menyebut serangan itu “masih berlangsung” dan memperingatkan bahwa tim penyelamat masih mencari korban di bawah reruntuhan.

Meski Kyiv diguncang ledakan, Zelenskyy tetap berangkat menuju Amerika Serikat membawa rencana perdamaian 20 poin yang akan dibahas dengan Trump. Rencana itu mencakup jaminan keamanan, kendali wilayah di Donbas, serta status pembangkit nuklir Zaporizhzhia.

Dalam wawancara dengan Axios, Zelenskyy mengatakan bersedia mengajukan rencana perdamaian ke referendum nasional, jika perundingan dengan AS dan sekutunya gagal mencapai kesepakatan penuh.

Namun, ia menegaskan bahwa pemungutan suara hanya mungkin dilakukan jika Rusia menyetujui gencatan senjata selama 60 hari.

“Kita tidak bisa menggelar referendum atau pemilu di bawah rudal. Harus ada langit yang aman,” ujar Zelenskyy.

Washington, yang berupaya mempercepat gencatan senjata, disebut telah mengusulkan kompromi berupa zona ekonomi bebas di wilayah Donetsk jika Ukraina bersedia melakukan penyesuaian perbatasan. Namun Kyiv menolak menyerahkan wilayah secara sepihak tanpa mandat publik.

Zelenskyy menegaskan, “Ukraina masih memiliki batas dalam negosiasi. Tapi kami terbuka untuk dialog, bukan penyerahan.”

Reaksi Dunia Barat

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengonfirmasi bahwa para pemimpin Eropa akan melakukan panggilan bersama dengan Zelenskyy siang ini, membahas “prospek perdamaian dan keamanan Eropa.”

Panggilan itu akan diikuti oleh pemimpin Jerman, Prancis, Inggris, Italia, dan Uni Eropa. Tusk mengecam serangan Rusia di tengah inisiatif damai itu:

“Bertentangan dengan harapan Presiden Trump dan meskipun Zelenskyy menunjukkan kesiapan kompromi, Rusia kembali menyerang distrik perumahan Kyiv dengan brutal,” tegasnya.

Sementara itu, Zelenskyy dijadwalkan singgah di Kanada untuk bertemu Perdana Menteri Mark Carney, sebelum terbang ke AS.

Di sisi lain, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengklaim Rusia menembak jatuh delapan drone Ukraina yang menuju ibu kota Rusia.

“Semua target berhasil dipukul mundur, dan layanan darurat kini bekerja di lokasi jatuhnya puing,” kata Sobyanin.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan balasan terhadap Kyiv sebagai “respons atas operasi sabotase Ukraina di wilayah Donetsk dan Kursk.”

Serangan besar Rusia menghantam enam distrik utama Kyiv, terutama di sisi timur dan selatan.

Administrasi Militer Kota melaporkan kerusakan berat di sektor energi, gudang industri, dan pemukiman padat penduduk.

Peringatan udara berlangsung selama lebih dari 10 jam, menjadikan malam itu salah satu yang paling mencekam sejak musim panas 2023.

Pertemuan antara Zelenskyy dan Trump besok menjadi momen krusial bagi arah konflik Ukraina. Di tengah kepulan asap di Kyiv, dunia menanti apakah diplomasi dapat menembus gemuruh rudal Rusia, atau justru membuka babak baru konfrontasi berskala global. (ren)