Cegah Daging Berfomalin di Pasar, DKPP Kota Bogor Lakukan Pengawasan dan Pengecekan
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor melakukan pengawasan kualitas daging di Kota Bogor.

HALLONEWS.COM – Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor melakukan pengawasan kualitas daging di Kota Bogor.
Anizar, selalu Kabid DKPP Kota Bogor mengatakan, tahun baru menjadi waktu yang paling riskan, pedagang daging diduga kerap memasukan zat berbahaya untuk menambah masa simpan.
Bagi Anizar, sangat berbahaya, jika daging yang merupakan makanan yang paling dikonsumsi oleh manusia, ditambah dengan zat kimia.
“Antisipasinya, kami memperketat pengawasan, dengan melakukan pemeriksaan daging di pasar,” kata Anizar kepada wartawan Jumat 26 Desember 2025.
Salah satu bentuk pengawasannya dengan gencar melakukan uji formalin, terbaru langkah tersebut menyasar ke para pedagang yang ada di Pasar Jambu Dua.

Uji formalin dilakukan menggunakan alat reagen, tim memasukan cairan ke dalam daging yang sudah dicacah. Jika berubah warna, maka dipastikan tercampur formalin.
“Kalau tidak ada formalin maka warnanya tidak berubah alias bening, kalau dia positif formalin, dia akan berubah jadi warna ungu,” ungkap Anizar.
Anizar memastikan sepanjang uji formalin pihaknya belum menemukan kandungan formalin terhadap daging yang dijual oleh para pedagang, khsusunya di Pasar Jambu Dua.
Pengawasan ketat ini diakui Anizar, karena pihaknya pada empat tahun silam, pernah menemukan kandungan formalin yang terdapat di usus ayam.
Bagi DKPP, insiden ini tidak boleh kembali terjadi. Kesehatan manusia jauh lebih berharga dari sekedar mencari untung.
“Memang usus ayam itu rentan rawan ditambah formalin karena usus sendiri mudah busuk, dan telah kita telusuri mereka memang dapat dari luar Kota Bogor,” ujarnya.
Warga Kota Bogor diimbau untuk selalu waspada dan diminta untuk melakukan identifikasi terlebih dahulu, sebelum membawa pulang daging yang dibeli.
Anizar menjelaksan daging yang terkandung formalin bisa dilihat secara kasat mata yakni warnanya terlihat pucat, daging juga terlihat lebih kaku ketimbang yang sehat.
“Iya dia warnanya lebih pucat, kemudian kalau kita tarik kulitnya, kaku, aromanya juga beda, dia kaya bau obat, kami mengimbau warga juga harus waspada,” ungkapnya. (yopy)
