Home - Internasional - Korea Selatan Perkuat Persiapan Pembicaraan Militer Meski Korea Utara Bungkam

Korea Selatan Perkuat Persiapan Pembicaraan Militer Meski Korea Utara Bungkam

Korea Selatan tingkatkan persiapan pembicaraan militer dengan Korea Utara meski Pyongyang bungkam. Fokus pada Garis Demarkasi Militer (MDL) untuk cegah bentrokan perbatasan.

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:04 WIB
Korea Selatan Perkuat Persiapan Pembicaraan Militer Meski Korea Utara Bungkam
Zona Demiliterisasi dan kompleks industri Kaesong di Kaesong, Korea Utara, terlihat dari kota perbatasan Paju, Provinsi Gyeonggi, pada 18 November. Foto: Yonhap for Hallonews

HALLONEWS.COM-Korea Selatan terus menyiapkan pembicaraan militer dengan Korea Utara, meski Pyongyang tetap bungkam terhadap tawaran resmi Seoul untuk membahas Garis Demarkasi Militer atau Military Demarcation Line (MDL).

Kementerian Pertahanan Nasional mengungkapkan bahwa para pejabat pertahanan mengadakan lokakarya bersama Kementerian Unifikasi di Kantor Dialog Antar-Korea untuk memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan dialog militer.

“Kami membentuk gugus tugas khusus yang berfokus pada pejabat berpengalaman agar pembicaraan antar-Korea berlangsung profesional dan berkelanjutan,” kata kementerian pertahanan seperti dilansir Korea Times, Jumat (26/12/2025).

Seoul berharap saluran komunikasi yang dapat meredakan ketegangan militer antara kedua negara segera dibuka. Sebagai bagian dari upaya ini, Kementerian Pertahanan juga akan menghidupkan kembali Divisi Kebijakan Korea Utara, yang sebelumnya lebih berfokus pada penerapan sanksi terhadap Pyongyang.

Tawaran pembicaraan militer pada 17 November bertujuan untuk menetapkan garis dasar MDL bersama, guna mencegah insiden bentrokan yang tidak disengaja di perbatasan. Ini adalah permintaan resmi pertama dalam tujuh tahun terakhir untuk dialog militer antar-Korea. Namun, Korea Utara belum memberikan respons.

Garis Demarkasi Militer (MDL) ditetapkan berdasarkan Perjanjian Gencatan Senjata 1953 yang mengakhiri Perang Korea. Awalnya dipasang lebih dari 1.200 penanda sepanjang perbatasan, namun kini hanya sekitar 200 yang masih terlihat akibat cuaca dan erosi.

Sejak April tahun lalu, Korea Utara menggelar pasukan di dekat MDL, menanam ranjau dan memperkuat pagar kawat berduri. Langkah ini mengikuti pernyataan pemimpin Kim Jong-un pada akhir 2023 yang menyebut Korea Selatan sebagai “negara musuh nomor 1.” Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan, tentara Korea Utara telah melintasi perbatasan sebanyak 26 kali sejak tahun lalu, termasuk 17 insiden tahun ini. (ren)