Home - Gaya Hidup - Peneliti Berhasil Menghidupkan Benih Pohon Misterius Berusia Seribu Tahun di Gurun Yudea

Peneliti Berhasil Menghidupkan Benih Pohon Misterius Berusia Seribu Tahun di Gurun Yudea

Peneliti berhasil menghidupkan benih pohon misterius berusia 1.000 tahun yang ditemukan di Gurun Yudea. Pohon langka ini diduga berkaitan dengan tanaman obat kuno yang disebut dalam Alkitab.

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:07 WIB
Peneliti Berhasil Menghidupkan Benih Pohon Misterius Berusia Seribu Tahun di Gurun Yudea
Benih misterius berusia 1.000 tahun, di hidupkan para peneliti. Pohon langka ini, tumbuh subur dalam pengawasan para peneliti. (FB)

HALLONEWS.COM – Para peneliti berhasil menghidupkan benih pohon misterius yang diperkirakan telah berusia sekitar 1.000 tahun. Benih tersebut diyakini berasal dari masa kuno dan disebut-sebut dalam teks Alkitab sebagai tanaman yang memiliki khasiat bagi kesehatan.

Benih berusia seribu tahun itu ditemukan di sebuah gua di Gurun Yudea pada dekade 1980-an. Namun, penelitian untuk menghidupkannya baru dilakukan puluhan tahun kemudian oleh Sarah Sallon, pendiri Louis L. Borick Natural Medicine Research Center di Yerusalem.

Bersama timnya, Sallon mencoba menanam benih tersebut sebagai bagian dari penelitian ilmiah yang dipimpinnya. Hasil penelitian itu kemudian dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology pada 10 September 2024.

Setelah disimpan selama puluhan tahun, benih tersebut mulai menunjukkan tanda kehidupan. Sekitar lima minggu setelah ditanam, muncul tunas kecil yang kemudian tumbuh subur menjadi pohon setinggi sekitar tiga meter. Meski demikian, hingga kini pohon tersebut belum berbunga maupun menghasilkan buah.

Sallon mengungkapkan bahwa ia mencurigai benih tersebut berasal dari tanaman yang disebut dalam berbagai teks kuno di wilayah tersebut, termasuk dalam Alkitab, yang kerap digambarkan sebagai Balsam Yudea. Pada masa lalu, getah harum dari tanaman tersebut sangat bernilai tinggi dan diekspor ke berbagai belahan dunia.

“Kami menanamnya pada tahun 2010 dan kini sudah 2024. Mengapa kami menunggu begitu lama untuk menerbitkan penelitian ini? Karena saya ingin memastikan bahwa ini bukan Balsam Yudea. Dan bagaimana saya bisa mengetahuinya dengan pasti? Dengan mencium aromanya,” tulis Sallon, dikutip wartawan media ini, Rabu (24/12/2025).

Namun, tanaman yang ditanam bersama timnya itu tidak pernah mengeluarkan aroma apa pun. Untuk memastikan identitasnya, para peneliti kemudian melakukan analisis fitokimia terhadap getah, daun, dan cabang pohon tersebut.

Analisis tersebut mencakup pengujian senyawa aromatik, yang kemudian dibandingkan dengan mur (myrrh), tanaman yang masih berkerabat dekat dengan benih berusia seribu tahun itu. Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman tersebut bukanlah Balsam Yudea.

Meski demikian, Sallon menyebut tanaman tersebut kemungkinan merupakan sumber balsem obat kuno yang dikenal dengan nama tsori.

“Berdasarkan seluruh temuan ini, tanaman tersebut bukan Balsam Yudea, melainkan kerabat dekatnya, salah satu spesies Commiphora nonaromatik yang merupakan gudang harta karun senyawa obat,” ujar Sallon.

Sementara itu, Louise Colville, peneliti senior di bidang biologi benih dan stres di Royal Botanic Gardens, London, menyebut kemampuan benih bertahan hidup selama periode yang sangat panjang sebagai sesuatu yang amat langka.

“Hal yang mengejutkan dari kisah ini adalah hanya ada satu benih, dan kesempatan tunggal untuk berkecambah tersebut berhasil. Itu adalah keberuntungan yang luar biasa,” ungkap Colville. (yopy)