Home - Ekonomi & Bisnis - Danantara Gandeng PLN Garap Energi Terbarukan, Targetkan Ribuan Lapangan Kerja Hijau

Danantara Gandeng PLN Garap Energi Terbarukan, Targetkan Ribuan Lapangan Kerja Hijau

Danantara Indonesia dan PLN resmi jajaki investasi energi terbarukan. Targetkan swasembada energi, transisi hijau, dan lapangan kerja hijau nasional.

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:30 WIB
Danantara Gandeng PLN Garap Energi Terbarukan, Targetkan Ribuan Lapangan Kerja Hijau
Ilustrasi pembangkit EBT PLTA Asahan 3 berkapasitas 2x87 megawatt (MW) di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. (Dok PLN)

HALLONEWS.COM – Upaya mempercepat transisi energi bersih nasional kian nyata. Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) resmi menjajaki kerja sama strategis dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Danantara Indonesia dan PLN pada 23 Desember 2025.

Fokus utama kolaborasi ini adalah membuka peluang investasi pada proyek pembangkit listrik berbasis EBT yang dikembangkan anak usaha PLN, yakni PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPR).

Sebagai sovereign fund dengan mandat ganda, Danantara Indonesia tidak hanya mengejar imbal hasil finansial, tetapi juga mendorong dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Investasi di sektor energi terbarukan dinilai memiliki multiplier effect besar, mulai dari penguatan ketahanan energi nasional, pengurangan emisi karbon, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja hijau.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan swasembada energi nasional sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.

“Danantara Indonesia berkomitmen mendukung pembangunan energi masa depan Indonesia melalui investasi yang berkelanjutan. Energi baru terbarukan merupakan sektor kunci dalam membangun sistem energi yang bersih, sehat, dan andal bagi generasi mendatang,” ujar Pandu.

Ia menambahkan, penandatanganan HoA ini menjadi fondasi awal untuk menjajaki kebutuhan investasi strategis berskala besar yang mampu mempercepat transformasi hijau Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menekankan bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas institusi dan dukungan pembiayaan jangka panjang.

“Kehadiran Danantara Indonesia memperkuat langkah PLN dalam memastikan proyek-proyek hijau dalam RUPTL berjalan tepat waktu dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta sistem ketenagalistrikan nasional,” ungkap Darmawan.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 70 GW, dengan sekitar 76 persen berasal dari energi terbarukan. Melalui kolaborasi ini, Danantara Indonesia dan PLN diharapkan mampu mengoptimalkan pencapaian target bauran energi bersih nasional.

Kerja sama ini masih berada pada tahap awal penjajakan. Rincian struktur dan bentuk investasi akan diumumkan setelah melalui proses uji tuntas serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(W-2)