Home - Teknologi & Digital - Uber dan Lyft Uji Coba Taksi Tanpa Pengemudi di London 2026

Uber dan Lyft Uji Coba Taksi Tanpa Pengemudi di London 2026

Uber dan Lyft akan memulai uji coba taksi tanpa pengemudi di London pada 2026 bersama Baidu, menjadikan Inggris pusat inovasi kendaraan otonom di Eropa.

Rabu, 24 Desember 2025 - 9:00 WIB
Uber dan Lyft Uji Coba Taksi Tanpa Pengemudi di London 2026
Mobil otonom Waymo terlihat beroperasi di jalanan London, Inggris, menjelang dimulainya uji coba taksi tanpa pengemudi oleh Uber dan Lyft pada tahun 2026. Foto: Waymo for Hallonews

HALLONEWS.COM — Dua raksasa transportasi dunia, Uber dan Lyft, resmi mengumumkan rencana meluncurkan uji coba taksi tanpa pengemudi di London pada 2026, bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Tiongkok, Baidu. Langkah ini menandai babak baru dalam kompetisi kendaraan otonom global sekaligus memperkuat posisi Inggris sebagai pusat pengembangan taksi robot di Eropa.

Program uji coba ini didorong oleh Undang-Undang Kendaraan Otomatis 2024, yang memberikan kerangka hukum bagi operasi mobil tanpa pengemudi di Inggris.

Regulasi ini mengalihkan tanggung jawab hukum atas kecelakaan dari pengemudi manusia ke entitas pengemudi otomatis yang berwenang, memungkinkan perusahaan menjalankan proyek secara komersial dengan pengawasan penuh dari pemerintah.

Dengan dasar hukum tersebut, Inggris kini menjadi negara Eropa pertama yang siap mengizinkan uji coba publik kendaraan tanpa pengemudi berskala besar.

Lyft Gandeng Baidu, Gunakan Armada Apollo Go RT6

CEO Lyft David Risher mengatakan perusahaannya akan menggunakan kendaraan Apollo Go RT6, mobil listrik otonom yang dikembangkan Baidu untuk layanan ride-sharing.

“Kami berharap dapat mulai menguji puluhan kendaraan pada tahun depan, sambil menunggu persetujuan dari otoritas transportasi,” ujar Risher.

Ia menambahkan, Lyft menargetkan ekspansi hingga ratusan kendaraan setelah fase uji awal selesai.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi Lyft yang tengah memperluas jangkauan global setelah mengakuisisi aplikasi taksi Eropa FreeNow senilai $200 juta (£148 juta) awal tahun ini.

Persaingan Ketat dengan Waymo dan Start-up Inggris

Rencana Uber dan Lyft berhadapan langsung dengan Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Alphabet (induk Google), yang telah memulai uji coba di London lebih dulu.

Selain Waymo, start-up lokal Wayve juga akan menguji teknologi AI tanpa peta (map-free driving) pada 2026, berbekal investasi $1 miliar dari SoftBank Group dan Uber.

Ekspansi ini menandai pertarungan langsung antara raksasa teknologi AS dan Tiongkok di jantung Eropa, dengan London menjadi arena utama bagi inovasi transportasi masa depan.

Keamanan dan Kepercayaan Publik Masih Jadi Tantangan

Meski antusiasme industri tinggi, kepercayaan publik terhadap taksi otonom masih rendah.

Steve McNamara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengemudi Taksi Berlisensi London, menyebut teknologi ini sebagai “trik pemasaran” yang belum terbukti keamanannya.

“Siapa yang benar-benar ingin menaruh anak-anak mereka di dalam taksi tanpa pengemudi?” ujarnya kepada Sky News.

Beberapa insiden di AS menambah kekhawatiran publik. Pada Desember 2024, seorang penumpang hampir ketinggalan penerbangan setelah robotaxi berputar-putar tanpa arah.

Selain itu, studi tahun yang sama menemukan bahwa mobil otonom lima kali lebih berisiko mengalami kecelakaan pada waktu fajar atau senja dibanding mobil biasa.

Menanggapi hal itu, Waymo menegaskan bahwa teknologinya telah melayani lebih dari 10 juta perjalanan otonom sepenuhnya dengan tingkat keamanan tinggi di AS.

Inggris Jadi Pusat Inovasi Transportasi Otonom

London, kota yang terkenal dengan taksi hitam ikoniknya, kini bersiap menghadapi perubahan besar.

Pemerintah Inggris menilai uji coba ini sebagai bagian dari strategi untuk menjadikan negara tersebut pemimpin global teknologi kendaraan otonom, dengan target komersialisasi penuh sebelum 2030.

Bagi Uber dan Lyft, proyek ini bukan sekadar uji coba teknologi, melainkan langkah strategis dalam merebut pasar transportasi masa depan yang bernilai miliaran dolar.

Jika berhasil, London bisa menjadi model dunia untuk integrasi kendaraan tanpa pengemudi dalam sistem transportasi urban yang padat dan kompleks. (ren)