Home - Nusantara - Anak-anak Korban Bencana Terancam Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Turun Tangan Suplai Makanan Bergizi di Agam

Anak-anak Korban Bencana Terancam Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Turun Tangan Suplai Makanan Bergizi di Agam

Anak-anak korban bencana di Agam terancam gizi buruk. LKC Dompet Dhuafa hadir suplai makanan bergizi untuk balita dan anak demi cegah dampak jangka panjang.

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:00 WIB
Anak-anak Korban Bencana Terancam Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Turun Tangan Suplai Makanan Bergizi di Agam
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menggelar kegiatan Pemberian Makanan Bergizi untuk Balita dan Anak (PMBA) di SDN 26 Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Dok Dompet Dhuafa)

HALLONEWS.COM – Kelompok anak menjadi pihak paling rentan terdampak bencana, terutama terkait risiko kekurangan gizi dan gangguan tumbuh kembang.

Menyadari kondisi tersebut, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menggelar kegiatan Pemberian Makanan Bergizi untuk Balita dan Anak (PMBA) di SDN 26 Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini menyasar balita hingga anak usia 7 tahun yang terdampak langsung maupun tidak langsung akibat bencana alam. Akses pangan bergizi yang terbatas di masa darurat menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya bisa bersifat jangka panjang.

Koordinator LKC Dompet Dhuafa Sumsel, Ns. Tri Hartati, S.Kep, mengatakan bahwa intervensi gizi merupakan bagian penting dalam upaya pemulihan pascabencana.

“Melalui intervensi kesehatan dan gizi, termasuk PMBA, kami berupaya memastikan hak anak atas gizi yang layak tetap terpenuhi serta mencegah dampak jangka panjang akibat kekurangan gizi,” ujarnya.

Sebanyak 83 anak tampak antusias menikmati menu makanan bergizi berupa rice bowl berisi nasi, sayur, ikan, serta buah semangka. Menu tersebut disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi Puskesmas Palembayan, Mairita, dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak pascabencana.

Menurut Mairita, makanan bergizi harus mencakup empat unsur utama, yakni karbohidrat, sayuran, protein hewani atau nabati, serta buah-buahan.

Ia juga mengingatkan agar konsumsi makanan instan seperti mi instan dan camilan dibatasi, karena dapat berdampak pada kesehatan dan status gizi anak.

“Jika terlalu sering mengonsumsi makanan instan, anak rentan mengalami diare atau demam yang berujung pada penurunan berat badan,” jelasnya.

Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal kegiatan, termasuk saat relawan Dompet Dhuafa, Nurul Pratiwi, mengajak anak-anak membantu membersihkan ikan yang kemudian dimasak dan disuwir agar mudah dikonsumsi. Wilayah Sikabau sendiri sempat terisolasi akibat jembatan putus dan longsor, sehingga pasokan pangan warga sangat terbatas.

Salah satu warga, Ibu Dewi, yang memiliki empat anak, mengaku sangat terbantu dengan adanya program PMBA karena selama ini hanya mengandalkan stok makanan seadanya.
Sebelumnya, kegiatan PMBA juga melibatkan Dapur Keliling Lampung, dan ke depan Dompet Dhuafa melalui LKC berencana melanjutkan program serupa di Kabupaten Tanah Datar serta wilayah terdampak bencana lainnya.(ver)