Home - Nusantara - Sosok, Sepak Terjang dan Inovasi AKBP Rovan Richard Mahenu

Sosok, Sepak Terjang dan Inovasi AKBP Rovan Richard Mahenu

Selama 12 bulan menjabat Kapolres Gresik, Rovan telah mengungkap berbagai kasus menonjol dan menyita perhatian publik.

Selasa, 23 Desember 2025 - 9:30 WIB
Sosok, Sepak Terjang dan Inovasi AKBP Rovan Richard Mahenu
Sosok, Sepak Terjang dan Inovasi AKBP Rovan Richard Mahenu Foto; Dok. AKBP

HALLONEWS.COM– Tongkat kepemimpinan Polres Gresik segera berganti. Hal ini seiring keluarnya Surat Telegram Kapolri tertanggal 15 Desember 2025.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu dipromosikan sebagai Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri. Penggantinya adalah AKBP Ramadhan Nasution yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya.

Selama 12 bulan menjabat Kapolres Gresik, Rovan telah mengungkap berbagai kasus menonjol dan menyita perhatian publik. Di antaranya pembunuhan, curanmor, hingga narkotika. Rovan juga menggagas berbagai program inovasi terkait kamtibmas dan kemasyarakatan.

Salah satu kasus yang membuat masyarakat geger di Gresik adalah pembunuhan Sevi Ayu Claudia, seorang driver ojol wanita asal Sidoarjo. Mayat Sevi ditemukan di pinggir Jalan Kedamean dalam kondisi terbungkus kardus dan plastik, diikat dengan tali rafia pada 27 Juli 2025.

Pembunuhnya adalah Syahrama. Dia sudah membayar Rp5 juta kepada korban untuk dijadikan sebagai cleaning service. Namun, ternyata hal itu hanya janji hingga akhirnya membuat Syahrama dendam berujung menghabisi nyawa Sevi.

Berkat kecepatan mengungkap kasus tersebut, Polres Gresik mendapatkan penghargaan dari Polda Jatim. Kasus itu terungkap tak sampai 1×24 jam setelah jasad korban ditemukan.

Kemudian penangkapan Ahmad Midhol, otak perampokan sekaligus pembunuhan istri pengusaha Gresik, Wardatun Toyibah. Midhol sebelumnya buron selama 1 tahun. Dia ditangkap Tim Macan Giri Sat Reskrim Polres Gresik di tempat persembunyiannya di tengah kebun sawit Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan.

Midhol kabur membawa ratusan juta rupiah ke luar Jawa setelah merampok hingga menghabisi Wardatun. Saat ditangkap pria yang dikenal sebagai preman kampung itu tak berkutik.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Rovan, Polres Gresik juga mengungkap jaringan sabu kelas kakap. Total barang bukti yang diamankan sebesar 800 gram atau setengah kilogram lebih.

Terakhir, Polres Gresik juga menangkap komplotan spesialis curanmor bersenpi. Mereka sempat menghantui warga Gresik karena kerap menodongkan senpi saat beraksi.

Selain mengungkap beberapa kasus, Rovan juga menginisiasi Lapor Cak Roma. Warga yang mengalami gangguan kamtibmas maupun menjadi korban kejahatan langsung bisa melapor ke nomor call center yang terhubung dengan nomor handphone Rovan.

Rovan juga turut andil dalam penindakan jam operasional truk di Gresik. Selama ini masyarakat kerap cemas karena truk-truk tersebut sering seliweran di jam-jam sibuk saat mengantar atau menjemput anak sekolah.

Setelah jam operasional ditegakkan, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk angkutan barang bisa ditekan.

“Semua keberhasilan itu karena kerja keras semua kesatuan. Saya mengarahkan, alhamdulilillah bisa dijawab dengan baik dan penuh tanggung jawab oleh seluruh anggota Polres Gresik,” kata Rovan.

Dia bersyukur karena memiliki anak buah yang berdedikasi tinggi. Selain itu, semua anggota, memiliki rasa ingin melayani masyarakat dengan baik.

“Saya sering bilang agar kerja dengan hati. Jangan pedulikan cibiran orang lain, yang penting kerja ikhlas dan buktikan di lapangan. Terima kasih untuk seluruh anggota Polres Gresik yang selalu bekerja keras, saya pribadi tidak akan lupa. Teruskan kerja baik itu, siapapun pemimpinnya nanti,” pesan Rovan.

Pemilik nama lengkap AKBP Rovan Richard Mahenu, S.I.K., M.Si itu diketahui merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006. Dia sempat menduduki jabatan strategi di Polda Metro Jaya seperti menjadi Kasubdit Siber Polda Metro Jaya.

Setelah itu, AKBP Rovan Mahenu menduduki jabatan sebagai Kasubditbinsatpam Ditbinmas Polda Metro Jaya. Jabatan terakhir yang baru saja diemban oleh perwira menengah Polri tersebut adalah Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya.

Selain menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 2006, pria kelahiran Sumba Barat, 20 Juli 1985 itu juga sempat mengikuti beberapa pendidikan. Ia bahkan sempat menyelesaikan pendidikan sarjana hingga magister.

Selain itu, ia juga menjadi salah satu dari enam orang perwira sebagai delegasi Federal Bureau of Investigation (FBI) Asia 23Rd Pacific Conference yang digelar di Malaysia.

Dia juga sempat mengikuti pendidikan the FBI National Academy (NA) di Quantico, Virginia, Amerika.

Ada beberapa kasus yang sempat ditangani oleh Rovan Mahenu sepanjang kariernya dalam bidang siber. Kasus pertama yang ditangani adalah cyber fraud atau penipuan di dunia maya hingga menangkap puluhan warga negara asing (WNA) di Jakarta Barat.

Bukan hanya itu, ia juga sempat mengungkap kasus penggelapan MacBook Pro senilai Rp67 juta. Tersangka RF awalnya membeli akun driver ojek online melalui Facebook dan kemudian melancarkan aksinya dengan mencuri barang milik pelanggan.

Terakhir, ia juga sempat menangani kasus penisataan agama Joseph Suryadi. Joseph menjadi tersangka ujaran kebencian terkait SARA karena mengirim chat hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Hal ini berawal dari sebuah chat di grup WhatsApp dan berbuntut panjang. (min)