Jenderal Rusia Tewas Akibat Bom Mobil di Moskow, Diduga Ulah Intelijen Ukraina
Gelombang serangan misterius kembali mengguncang Moskow. Seorang jenderal tinggi Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, tewas setelah bom meledak di bawah mobilnya pada Senin pagi (22/12/2025). Investigasi awal menyebut, ledakan itu diduga dirancang oleh dinas intelijen Ukraina.

HALLONEWS.COM – Komite Investigasi Rusia mengonfirmasi kematian Letjen Fanil Sarvarov, Kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia. Ia meninggal akibat luka serius setelah alat peledak ditanam di bawah mobil Kia Sorento miliknya meledak di Moskow selatan.
“Para penyidik sedang menelusuri berbagai kemungkinan terkait pembunuhan ini. Salah satunya adalah keterlibatan dinas intelijen Ukraina,” demikian pernyataan resmi Komite Investigasi Rusia.
Sarvarov, 56 tahun, dikenal sebagai salah satu perwira tinggi paling berpengalaman di militer Rusia. Lahir pada 11 Maret 1969, ia merupakan lulusan Sekolah Komando Tank Tinggi Kazan (1990), Akademi Militer Angkatan Bersenjata Lapis Baja (1999), dan Akademi Staf Umum (2008).
Selama karier militernya, Sarvarov terlibat dalam sejumlah operasi besar:
– Konflik Ossetia–Ingush (1992–1993) dan operasi kontra-terorisme di Chechnya;
– Operasi militer Rusia di Suriah (2015–2016);
– Sejak 2016 menjabat Kepala Direktorat Kesiapsiagaan Operasional Staf Umum Rusia.
– Ia dianugerahi berbagai penghargaan kehormatan, termasuk Tanda Keberanian, Orde “Untuk Jasa Militer”, dan Medali Pengabdian kepada Tanah Air Tingkat I & II.
Pola Serangan yang Berulang
Kematian Sarvarov menambah daftar panjang tokoh militer dan pejabat Rusia yang tewas akibat serangan terencana sejak invasi ke Ukraina pada 2022.
Beberapa kasus serupa di antaranya:
1. Letjen Igor Kirillov (Desember 2024), tewas akibat bom di skuter listrik di Moskow;
2. Letjen Yaroslav Moskalik (April 2025), tewas dalam ledakan mobil;
3. Vladen Tatarsky, blogger militer pro-Kremlin, tewas akibat bom di kafe St. Petersburg (April 2023);
4. Darya Dugina, putri ideolog ultranasionalis Aleksandr Dugin, tewas dalam ledakan mobil (Agustus 2022).
Moskow menuding sebagian besar serangan itu didalangi Ukraina, meski Kyiv tidak pernah secara resmi mengaku bertanggung jawab.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya serangan lintas perbatasan Rusia ke wilayah Sumy dan Kharkiv, yang oleh Institute for the Study of War (ISW) disebut sebagai bagian dari “kampanye perang kognitif Kremlin”. ISW menilai langkah itu lebih bersifat propaganda untuk menekan Ukraina dan Barat ketimbang serangan militer besar-besaran.
ISW menyebut, “Kremlin berusaha menciptakan kesan bahwa garis depan Ukraina sedang runtuh agar dunia percaya kemenangan Rusia tak terhindarkan.” (ren)
