ITW Sebut Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Bukti Kegagalan Sistem Pengawasan Angkutan Umum
ITW menilai kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak sebagai kegagalan sistem pengawasan negara. Dugaan KIR mati sejak 2020 dinilai sebagai pembiaran fatal yang menelan korban jiwa.

HALLONEWS.COM – Pengamat transportasi sekaligus Presidium Indonesia Transportasi Watch (ITW), Edison Siahaan, menyebut peristiwa kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Semarang sebagai bukti kegagalan serius negara dalam fungsi pengawasan terhadap angkutan umum.
“Jika benar KIR bus itu sudah mati sejak 2020, ini adalah kebodohan kolektif. Pengelola jalan tol, kepolisian, dan dinas perhubungan di semua level telah lalai dalam menjalankan tugasnya,” tegas Edison kepada HALLONEWS, Senin (22/12/2025).
Dikatakan, kecelakaan tersebut tidak bisa dipandang sebagai insiden tunggal, melainkan akibat dari pembiaran sistemik terhadap kendaraan yang tidak laik jalan.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Pemilik perusahaan bus harus dijerat pidana sesuai UU Lalu Lintas, dan instansi negara yang membiarkan bus tak layak jalan beroperasi juga harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Edison mendesak Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri bertindak tegas dan transparan, termasuk membuka rantai pengawasan yang memungkinkan bus dengan KIR mati bertahun-tahun tetap beroperasi di jalan tol.
“Peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi, dan ini harus dilakukan tindakan yang tegas. Karena kalo benar KIRnya mati lebih dari 5 tahun, ini merupakan pembiaran yang luar biasa karena sampai ada 15 korban. Kalo hal ini dibiarkan, bisa-bisa jalan raya kita jadi ajang pembantaian,” katanya.
Dikatakan bahwa bus yang mengalami kecelakaan adalah bus plat B yang artinya tanggung jawab Dishub Jakarta. “Ini perlu diusut tuntas mengapa mereka (Dishub Jakarta) membiarkan kendaraan yang tidak layak ini bisa melintas di jalan raya,” ujarnya.
Sementara Agen Bus tempat keberangkatan PO Cahaya Trans di Terminal Jatiasih, Bekasi yang dikonfirmas HALLONEWS mengaku tidak mengetahui kondisi kelayakan armada bus tersebut.
“Kami hanya menjual tiket. Soal kelayakan bus dan KIR, itu bukan ranah kami,” ujarnya singkat.(ril/dul)
