Home - Ekonomi & Bisnis - Waskita Karya Divestasi Waskita Modern Realty Senilai Rp90,1 Miliar

Waskita Karya Divestasi Waskita Modern Realty Senilai Rp90,1 Miliar

Waskita Karya melalui anak usahanya mendivestasi 20% saham Waskita Modern Realty senilai Rp90,1 miliar untuk memperkuat likuiditas dan mendukung proyek strategis di tengah tekanan keuangan.

Senin, 22 Desember 2025 - 20:00 WIB
Waskita Karya Divestasi Waskita Modern Realty Senilai Rp90,1 Miliar
Ilustrasi gedung Waskita (Dok Waskita Karya)

HALLONEWS.COM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengumumkan bahwa sebagai bagian dari upaya untuk mengoptimalkan portofolio dan meningkatkan likuiditas, anak usaha Perseroan, PT Waskita Karya Realty (WKR), yang memiliki 99,99% saham WSKT, akan melakukan divestasi anak perusahaan yang bernilai material.

PT Waskita Modern Realty (WMR) memiliki 248.022 lembar saham yang dimiliki WKR, dan PT Asthana Griya Permasindo (AGP) memiliki 1.653 lembar saham. WKR dan AGP menandatangani Akta Jual Beli Nomor 582 di hadapan Notaris Tiara Vita di Kabupaten Bekasi pada 19 Desember 2025.

WKR menjual 82.674 lembar saham WMR, atau 20% dari saham ditempatkan dan disetor, dalam transaksi tersebut, dengan nilai transaksi sebesar Rp90.122.900.000.

Divestasi ini mulai berlaku pada 19 Desember 2025 dan bertujuan untuk mendukung pengembangan proyek strategis dan meningkatkan posisi likuiditas WKR dengan mengoptimalkan portofolio investasi dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemangku kepentingannya.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk Amerupakan perusahaan BUMN konstruksi yang beroperasi di berbagai bidang, termasuk jasa konstruksi, konsultasi manajemen, manajemen gedung, dan pembuatan beton pracetak dan bahan bangunan.

Perusahaan ini memiliki pabrik di Cibitung, Pasuruan, Benoa, Sadang, dan Palembang. Selain konstruksi, Perseroan memiliki lini bisnis properti dan energi, termasuk pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) di Sumatera Barat. Selain itu, anak usaha PT Waskita Toll Road melakukan investasi jalan tol.

Saham WSKT telah stagnan di level Rp202 sejak 8 Mei 2023, menunjukkan minat investor yang rendah dan tekanan yang signifikan akibat masalah keuangan yang berlarut-larut.

Kondisi ini diperparah oleh masalah gagal bayar obligasi dan restrukturisasi berulang, yang pada akhirnya menyebabkan Bursa Efek Indonesia menyuspensi saham WSKT.

Analisis Yes Invest

Perusahaan milik negara yang secara historis dibantu oleh program pembangunan pemerintah kembali menghadapi masalah gagal bayar dan tekanan likuiditas.

Sangat disayangkan kondisi ini menunjukkan bahwa ada masalah mendasar dalam manajemen, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan arus kas, rencana pendanaan, dan pengerjaan proyek.

BUMN sebesar Waskita seharusnya mampu mempertahankan kesehatan keuangan yang lebih baik di tengah tekanan sektor konstruksi. Diharapkan bahwa divestasi ini akan membantu WSKT memenuhi kewajiban jangka pendek.

Namun, ke depan, perbaikan tata kelola, disiplin finansial, dan pengendalian proyek akan sangat penting untuk mencegah masalah serupa muncul kembali.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)