Home - Nasional - Uji KIR Bus Cahaya Trans yang Kecelakaan di Tol Krapyak Diduga Kadaluarsa, Ini Kata ITW

Uji KIR Bus Cahaya Trans yang Kecelakaan di Tol Krapyak Diduga Kadaluarsa, Ini Kata ITW

Bus Cahaya Trans yang alami kecelakaan maut di Tol Krapyak diduga uji KIRnya sudah kadaluarsasejak 2020. Pengawasan transportasi disorot tajam Presidium ITW.

Senin, 22 Desember 2025 - 10:55 WIB
Uji KIR Bus Cahaya Trans yang Kecelakaan di Tol Krapyak Diduga Kadaluarsa, Ini Kata ITW
Proses evakuasi bus Cahaya Trans yang alami kecelakaan maut di Tol Krapyak. (Dok Jasa Marga)

HALLONEWS.COM – Bus PO Cahaya Trans bernomor B. 7201 IV yang mengalami kecelakaan di di ruas simpang susun exit tol Krapyak Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari diduga sudah tidak layak jalan karena KIR-nya terakhir diuji tahun 2020.

Untuk diketahuim bahwa KIR adalah serangkaian uji teknis berkala untuk memastikan kendaraan (terutama untuk angkutan barang dan manusia seperti bus, truk, taksi dan sebagainya) layak jalan, aman dan memenuhi standar keselamatan serta lingkungan.

Sumber Hallonews di Pemprov DKI Jakarta menyebutkan bahwa bus tersebut terakhir kali melakukan uji KIR dengan nomor uji JKT755706 dengan no kendaraan B7201IV milik PT Destinasi Tirta Nusantara dengan no chasis MHL 3821239J012260 dan No Mesin 906918U0829068 dengan catatan KIR habis 20 Mei 2020.

“Berdasarkan data uji KIR terhadap bus milik PO Cahaya Trans bernomor B. 7201 IV tersebut dari web resmi uji KIR Jakarta, masa uji KIR bus tersebut telah habis Mei 2020 lalu dan belum ada keterangan terbaru terkait KIR mereka yang dapat diakses melalui situs resmi itu,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (22/12/2025).

Dia menyatakan sebenarnya masyarakat bisa memeriksa Uji KIR kendaraan yang akan dinaiki melalui situs resmi uji KIR, sehingga mereka bisa mengetahui apakah sebuah kendaraan itu layak jalan atau tidak.

Pengamat Transportasi dan Presidium Indonesia Transportasi Watch (ITW), Edison Siahaan yang dimintai komentarnya terkait kecelakaan di tol Krapyak Semarang itu menyatakan bahwa sebuah kebodohan besar para pengelola jalan tol, kepolisian hingga Dinas Perhubungan masing-masing wilayah jika benar informasi bahwa bus tersebut memang masa uji KIRnya telah berakhir Mei 2025 lalu.

data
Tangkapan layar uji KIR bus B7201 IV yang kecelakaan di Tol Krapyak Semarang. (Dok Hallonews)

“Kalo benar KIRnya sudah habis sejak Mei 2025, jelas ini kelalaian para pemangku kepentingan atas kecelakaan ini. Mereka semua harus bertanggung jawab atas kecelakaan ini dan perusahaan busnya harus dikenai pasal pidana sesuai dengan ketentuan UU Lalulintas,” paparnya.

Edison menyatakan Kemenhub dan Korlantas harus tegas dalam kasus ini karena menyangkut nyawa belasan orang dan bukan sekadar sebuah kecelakaan biasa. “Pemilik perusahaan bus, dinas perhubungan dan Kemenhub serta pengelola jalan tol harus juga bertanggung jawab karena mereka membiarkan bus tak layak huni itu lalu lalang di jalan tol tanpa sebuah pengawasan,” ujar Edison.

Sementara seorang petugas agen bus Cahaya Trans yang ditemui di Terminal Jatiasih, Bekasi mengaku tidak tahu menahu soal kelayakan bus tersebut. “Kami hanya menjual tiket, masalah yang lain kami tidak tahu,” ujar petugas tersebut.

Sebelumnya Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, mengungkapkan bus PO Cahaya Trans bernomor B. 7201 IV menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terguling dan berhenti dalam kondisi terbalik. Benturan keras membuat sejumlah penumpang terpental, bahkan sebagian terjepit di dalam badan bus.

“Bus melaju cukup kencang saat melewati tikungan. Akibatnya menabrak pembatas jalan dan terbalik,” ujar Budiono dalam keterangan resminya, Senin (22/12/2025).

Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi bus yang ringsek parah. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, Dinas Kesehatan, Jasa Marga, dan Palang Merah Indonesia (PMI) segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Evakuasi dilakukan dengan peralatan khusus untuk mengeluarkan korban yang terjepit.

Dari hasil pendataan sementara, 19 penumpang dinyatakan selamat, meski beberapa di antaranya mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Ia mengungkapkan proses evakuasi berjalan cukup sulit karena ada sebagian korban yang masih dalam posisi terjepit dan juga akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca. Proses evakuasi selesai pukul 4 subuh dan penyebab kecelakaan itu belum diketahui secara pasti, namun diduga bus hilang kendali saat melaju kencang dari arah Jakarta menuju Yogyakarta. (w-2/ber/dul)