“Dokumen Neraka” Epstein Dibuka DOJ AS: Foto Tokoh Dunia dan Jejak Skandal Seks Terkuak
Departemen Kehakiman atau Department of Justice (DOJ) Amerika Serikat resmi merilis ribuan dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein, mengungkap foto-foto dan arsip yang menampilkan lingkaran elite global, dari politisi hingga selebritas dunia, yang kembali memicu sorotan internasional.

HALLONEWS.COM-Ribuan dokumen kasus Jeffrey Epstein dirilis ke publik oleh Departemen Kehakiman atau Department of Justice (DOJ) Amerika Serikat menyusul disahkannya Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Publikasi tersebut dilakukan beberapa jam sebelum tenggat waktu hukum dan langsung menarik perhatian global karena memuat foto-foto tokoh terkenal yang pernah berada dalam lingkaran sosial pemodal pedofil yang telah meninggal dunia itu.
Sejumlah foto memperlihatkan Ghislaine Maxwell, mantan pasangan Epstein yang kini menjalani hukuman penjara atas kasus perdagangan seks anak. Dalam beberapa gambar, Maxwell tampak berada di lokasi-lokasi prestisius, termasuk di luar 10 Downing Street, serta di area kolam renang bersama mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan seorang perempuan yang wajahnya disamarkan.
Sebagaimana dilansir Sky News, foto-foto lain memperlihatkan Clinton berada di bak air panas bersama seorang perempuan tak dikenal, serta sebuah lukisan kontroversial yang menggambarkan Clinton mengenakan gaun biru dan sepatu hak tinggi merah. Meski demikian, konteks foto-foto tersebut tidak dijelaskan, dan dokumen yang dirilis tidak menunjukkan adanya pelanggaran hukum oleh Clinton.
Dalam memoarnya yang terbit pada 2024, Clinton menyebut penyesalannya pernah bepergian menggunakan pesawat Epstein, meski saat itu ia mengklaim tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein. Pihak Clinton juga menegaskan bahwa hubungan tersebut telah diputus sebelum kasus kriminal Epstein terungkap ke publik.
Selain Clinton, dokumen tersebut turut memuat nama dan foto sejumlah figur publik dunia, termasuk Pangeran Andrew, yang sebelumnya kehilangan gelar kerajaan akibat kontroversi hubungannya dengan Epstein. Salah satu foto menunjukkan Andrew berada di dalam Sandringham, dikelilingi beberapa perempuan yang wajahnya disensor, sementara Maxwell tampak berdiri di belakangnya.
Pangeran Andrew selama ini membantah tuduhan pelecehan seksual terhadap Virginia Giuffre, meski pada 2022 menyepakati penyelesaian gugatan perdata dengan nilai jutaan poundsterling tanpa pengakuan bersalah.
Dokumen juga menampilkan foto-foto sejumlah selebritas ternama dunia seperti Michael Jackson, Mick Jagger, Diana Ross, dan Chris Tucker. Departemen Kehakiman menegaskan, tidak ada indikasi pelanggaran hukum oleh individu-individu tersebut hanya berdasarkan keberadaan foto dalam arsip Epstein.
Banyak dokumen dalam rilis ini disensor secara ekstensif. Seluruh 119 halaman dokumen dewan juri ditutup sepenuhnya, sementara daftar yang dikenal sebagai “daftar tukang pijat” dengan 254 entri dihitamkan total. Puluhan foto perempuan, catatan penerbangan, buku kontak, hingga memo tulisan tangan juga disunting untuk melindungi identitas korban.
Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyatakan bahwa lebih dari 1.200 korban dan anggota keluarga teridentifikasi selama proses peninjauan berkas. Penyensoran dilakukan untuk menjaga keselamatan dan privasi para korban.
Sejumlah dokumen lama turut dimasukkan, termasuk laporan pengaduan tahun 1996 yang menuduh Epstein mencuri dan menjual foto anak di bawah umur, serta catatan pembelian buku bertema sadomasokisme pada 2005. Dokumen lain mencatat kesaksian korban yang mengungkap Epstein secara aktif memastikan usia korban berada di bawah 18 tahun.
Terkait nama Donald Trump, rilis awal dokumen hampir tidak menyebutkan Presiden AS tersebut. Trump hanya muncul dalam satu foto lama yang menunjukkan Epstein memegang cek bertanda tangan “D. Trump”, tanpa indikasi tindak pidana. Trump sendiri membantah keterlibatan dalam kejahatan Epstein.
Rilis berkas ini disebut baru tahap awal. Sejumlah pihak memperkirakan dokumen lanjutan masih akan dibuka, yang berpotensi kembali mengguncang opini publik global terkait jaringan sosial Epstein. (ren)
