Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp100 per Saham, Nilai Tembus Rp9,3 Triliun
Bank Mandiri membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham dengan total nilai sekitar Rp9,3 triliun, mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental dan prospek bisnis Perseroan.

HALLONEWS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham. Keputusan tersebut diambil setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Perseroan pada 18 Desember 2025.
Dengan jumlah saham beredar sebanyak 93.333.333.332 lembar, serta memperhitungkan saham treasury hasil program pembelian kembali (buyback) saham Perseroan pada tanggal pencatatan (recording date), total nilai dividen interim yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp9,3 triliun.
Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00077/01-2021 tentang tata cara pembagian dividen saham, saham bonus, dan dividen interim, jadwal rinci pembagian dividen interim tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh Perseroan.
Langkah pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam menjaga keseimbangan antara penguatan struktur permodalan dan pemberian imbal hasil yang optimal kepada para pemegang saham.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan bank badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor jasa keuangan, dengan layanan perbankan korporasi, ritel, serta jasa konsultasi ekspor dan impor.
Hingga saat ini, Bank Mandiri memiliki jaringan yang luas dengan 2.312 kantor cabang, 15.444 unit ATM, serta 47.323 jaringan Link ATM. Selain itu, Perseroan mengoperasikan delapan kantor cabang dan perwakilan di luar negeri.
Dalam bidang perbankan, pembiayaan, sekuritas, dan asuransi, Bank Mandiri didukung oleh sejumlah anak perusahaan strategis, antara lain PT Bank Syariah Mandiri, PT Mandiri Sekuritas, PT Mandiri Tunas Finance, AXA Mandiri Financial Services, serta Mandiri AXA General Insurance. Perseroan juga memiliki entitas asosiasi dan pengendalian bersama yang bergerak di sektor investasi dan layanan penunjang pasar modal.
Kinerja Saham BMRI
Pada perdagangan terakhir, saham BMRI berada di level Rp5.150 per saham. Dalam jangka pendek, pergerakan saham menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 7,37 persen dalam satu pekan dan 8,04 persen dalam satu bulan.
Secara tiga bulanan, saham BMRI menguat 16,52 persen, mencerminkan sentimen pasar yang relatif solid. Meski demikian, secara tahunan saham masih terkoreksi 11,59 persen. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, kinerja saham tetap mencatatkan pertumbuhan positif, dengan kenaikan 2,48 persen dalam tiga tahun dan 53,73 persen dalam lima tahun terakhir.
Analisis Yes Invest
Penurunan laba kuartalan Bank Mandiri sekitar 9 persen dibandingkan kuartal ketiga tahun sebelumnya dinilai tidak mengkhawatirkan. Sebagai bank BUMN besar, Bank Mandiri memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam mendorong peningkatan likuiditas dan pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit perbankan.
Keputusan manajemen untuk tetap membagikan dividen interim secara agresif menunjukkan keyakinan terhadap fundamental kinerja dan prospek jangka menengah Perseroan. (Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)
