Home - Megapolitan - Gerakan Ayah Ambil Rapor, Teladan Gubernur Banten Andra Soni

Gerakan Ayah Ambil Rapor, Teladan Gubernur Banten Andra Soni

Gubernur Banten Andra Soni memberi teladan sederhana namun bermakna. Ia datang langsung ke sekolah anaknya di Tangerang Selatan untuk mengambil rapor, menandai dimulainya "Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah" di Provinsi Banten.

Jumat, 19 Desember 2025 - 23:34 WIB
Gerakan Ayah Ambil Rapor, Teladan Gubernur Banten Andra Soni
Gubernur Banten Andra Soni mengambil rapor anaknya di salah satu sekolah di Kota Tangerang Selatan, Jumat (19/12/2025). Langkah ini menjadi simbol dimulainya "Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah" di Provinsi Banten. Foto: Humas Pemprov Banten for Hallonews

HALLONEWS.COM– Gubernur Banten Andra Soni memberi teladan sederhana namun bermakna. Ia datang langsung ke sekolah anaknya di Kota Tangerang Selatan, Jumat (19/12/2025) untuk mengambil rapor, menandai dimulainya “Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah” yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Gerakan ini menjadi langkah nyata Pemprov Banten dalam memperkuat peran ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Kehadiran seorang ayah di sekolah diharapkan tidak hanya menjadi simbol perhatian, tetapi juga bagian penting dalam membangun komunikasi antara orang tua, anak, dan pihak sekolah.

Pelaksanaan gerakan ini diatur melalui Surat Edaran Gubernur Banten Nomor 66 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan pada 16 Desember 2025. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi perangkat daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam mendorong keterlibatan aktif ayah pada kegiatan pengambilan rapor anak.

Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan prestasi anak.

Menurut Pemprov Banten, kehadiran ayah dalam proses pendidikan berdampak besar tidak hanya pada hasil akademik, tetapi juga pada perkembangan emosional dan sosial anak. Dengan hadirnya figur ayah, anak merasa dihargai, diperhatikan, dan didukung sepenuhnya oleh keluarganya.

“Ketika ayah hadir, anak merasa dihargai dan didukung. Itu yang sedang kita bangun, keluarga yang hadir penuh, tidak setengah,” ujar Andra Soni di sela kegiatan tersebut.

Melalui gerakan ini, Pemprov Banten berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran ayah dalam pendidikan semakin meningkat. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah diharapkan dapat membentuk keluarga yang lebih harmonis serta menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (ren)