Home - Nasional - BNN Hadirkan Inovasi Pelayanan Rehabilitasi Keliling di 10 Provinsi

BNN Hadirkan Inovasi Pelayanan Rehabilitasi Keliling di 10 Provinsi

Program ini melibatkan 1.429 agen pemulihan yang bergerak menjangkau pengguna narkoba dalam kategori coba pakai.

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:52 WIB
BNN Hadirkan Inovasi Pelayanan Rehabilitasi Keliling di 10 Provinsi
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Suyudi Ario Seto. (Dok)

HALLONEWS.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) memperluas jangkauan rehabilitasi. Salah satunya dengan menghadirkan inovasi pelayanan Rehabilitasi Keliling atau Re-LINK yang melibatkan penyuluhan dan pencegahan secara intensif melalui sepuluh unit kendaraan terhadap 10 provinsi di Indonesia.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjelaskan program Re-LINK melalui unit kendaraan bergerak menuju berbagai lokasi untuk menjangkau akses penyalahguna narkoba.

“Re-LINK merupakan program rehabilitasi berlanjutan yang bergerak ke berbagai lokasi untuk menjangkau layanan para penyalahgunaan narkotika,” ujarnya dalam konferensi pers akhir tahun 2025 di Gedung BNN, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Dia menyampaikan program ini melibatkan 1.429 agen pemulihan yang bergerak menjangkau pengguna narkoba dalam kategori coba pakai.

Pemulihan penyalahguna narkoba di tingkat masyarakat dilakukan dalam layanan intervensi berbasis masyarakat atau IBM. Program itu juga, kata dia, hadir untuk menolong korban yang kembali kambuh dalam proses penyembuhannya.

“BNN juga mendorong dan menguatkan kelompok masyarakat di suatu lingkungan untuk memiliki kemampuan penanganan diri terhadap penyalahgunaan narkotika maupun pencegahan kekambuhan melalui layanan intervensi berbasis masyarakat atau IBM,” tuturnya.

Adapun, BNN telah menempatkan pelayanan tersebut di sepuluh provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Utara.

“BNN RI telah memiliki 10 unit kendaraan rehabilitasi keliling atau Re-LINK yang tersebar di 10 provinsi,” imbuhnya.

Suyudi mengatakan penempatan unit kendaraan di sepuluh provinsi tersebut masih terus dimaksimalkan. Dia berharap layanan inklusif yang melibatkan kontribusi masyarakat akan terus berkembang.

“Harapan kedepannya, BNN RI akan berupaya menambah jumlah unit Re-Link tersebut dengan minimal satu mobil rehabilitasi keliling atau Re-LINK di setiap wilayah, kabupaten, kota,” tutupnya.