Waspada! Dolar Palsu Beredar Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang dolar palsu, khususnya mata uang asing, serta segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110.

HALLONEWS.COM – Polisi meminta masyarakat mewaspadai beredarnya uang dolar palsu menjelang Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 (Nataru).
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menemukan ribuan lembar dolar palsu dari dua orang yang sudah diamankan.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Edy Suranta Sitepu menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait maraknya peredaran uang asing yang diduga palsu.
“Berdasarkan informasi masyarakat, kami lakukan penyelidikan dan hasilnya, dua tersangka berhasil diamankan,” kata Edy dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).
Edy menjelaskan, pengungkapan ini dilakukan pada Kamis kemarin di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kota Tangerang. Seorang pelaku berinisial HS diamankan saat berada di bus rute Pandeglang-Kalideres. “Tersangka diketahui berperan sebagai pengedar uang palsu,” ujar dia.
Dari tangan pelaku, petugas menyita uang palsu berupa 1.934 lembar Dolar AS dan 529 lembar Dolar Singapura, termasuk sejumlah lembar yang belum dipotong.
Selain itu, polisi juga mengamankan tas, telepon genggam, laptop, printer, tinta printer, dan peralatan lain yang digunakan untuk mencetak uang palsu.
Penyelidikan kemudian berlanjut ke wilayah Pandeglang, Banten. Di sana, polisi mengamankan pelaku kedua berinisial ARS. “Tersangka kedua ini berperan sebagai pembuat desain sekaligus pencetak uang palsu USD dan SGD,” jelas dia.
Dia menambahkan, saat ini kedua tersangka diamankan di Mapolda Metro Jaya. Polisi masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, khususnya mata uang asing, serta segera melapor ke kepolisian atau melalui layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan transaksi mencurigakan.
