Home - Ekonomi & Bisnis - Andra Soni Tancap Gas Investasi: Rp91,5 T Masuk, Banten Dibidik Jadi Mesin Pemerataan Ekonomi

Andra Soni Tancap Gas Investasi: Rp91,5 T Masuk, Banten Dibidik Jadi Mesin Pemerataan Ekonomi

Gubernur Banten Andra Soni optimistis derasnya arus investasi akan menjadi motor pemerataan ekonomi. Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi Banten tembus Rp91,5 triliun dan masuk empat besar nasional.

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:48 WIB
Andra Soni Tancap Gas Investasi: Rp91,5 T Masuk, Banten Dibidik Jadi Mesin Pemerataan Ekonomi
Gubernur Banten Andra Soni berdialog dengan pelaku usaha saat silaturahmi bersama dunia usaha di Kabupaten Tangerang, Rabu (17/12/2025), membahas percepatan investasi dan pemerataan ekonomi daerah. Foto: Humas Pemprov Banten for Hallonews

HALLONEWS.COM-Gubernur Banten Andra Soni menegaskan keyakinannya bahwa tingginya realisasi investasi di Provinsi Banten akan menjadi pengungkit utama pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hingga triwulan III 2025, investasi yang masuk ke Banten tercatat mencapai Rp91,5 triliun, menempatkan provinsi ini di peringkat keempat nasional.

Optimisme tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri Silaturahmi Gubernur Banten bersama Pelaku Usaha di Propan Raya ICC, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/12/2025).

“Saya membutuhkan masukan dari para pelaku usaha agar percepatan realisasi investasi bisa terus kita dorong. Harapannya, pertumbuhan investasi ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Banten,” ujar Andra.

Andra memaparkan bahwa kinerja ekonomi Banten menunjukkan tren positif. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,29 persen. Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus berjalan seiring dengan perluasan lapangan kerja, yang menjadi indikator kunci pemerataan ekonomi.

Ia menekankan pentingnya memastikan investasi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal di berbagai daerah.

Vokasi dan Industri Harus Sejalan

Dalam forum itu, Andra Soni mengapresiasi peran APINDO Provinsi Banten yang aktif mendukung pengembangan pendidikan vokasi, khususnya penyelarasan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri.

“Daya saing tenaga kerja ditentukan oleh kompetensi dan kedekatan domisili. Kalau bisa bekerja di daerah sendiri, masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mencari pekerjaan,” tegasnya.

Sinergi dunia usaha dan pendidikan dinilai krusial untuk menekan angka pengangguran sekaligus memastikan manfaat investasi dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Disparitas Masih Jadi Tantangan

Meski capaian investasi tergolong tinggi, Andra Soni tak menutup mata terhadap ketimpangan pembangunan antarwilayah. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 58 persen PDRB Banten masih terkonsentrasi di Tangerang Raya, disusul Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.

Sementara kontribusi PDRB dari Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Kota Serang masih berada di bawah dua digit. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Banten mendorong sejumlah program strategis, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, sekolah gratis SMA/SMK/SKh swasta, hingga pembangunan infrastruktur jalan desa.

MBG dan Infrastruktur Desa Jadi Penggerak

Andra mengungkapkan, penerima manfaat program MBG di Banten telah mencapai 1,8 juta orang dengan perputaran ekonomi sekitar Rp15 triliun. Namun ia mengakui, potensi ini belum sepenuhnya optimal karena pasokan bahan baku seperti telur dan sayuran masih didominasi dari luar daerah.

Melalui program Bang Andra, Pemprov Banten telah membangun 78 kilometer jalan desa di 64 desa. Infrastruktur ini diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan peternakan lokal, sehingga ekonomi desa dapat terhubung langsung dengan industri dan program pemerintah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyambut positif inisiatif dialog terbuka antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Founder Propan Raya ICC, Hendra Adidarma, menegaskan komitmen sektor swasta dalam mendukung pembangunan nasional. “Propan Raya sudah 47 tahun tumbuh di Banten. Kami bangga bisa berkontribusi bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Acara ini juga diisi dengan penandatanganan kerja sama APINDO dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, penyampaian komitmen investasi oleh PT Propan dan PT MCCI, serta dialog interaktif Gubernur Banten bersama jajaran APINDO. (ren)