Home - Ekonomi & Bisnis - Transaksi Jumbo Rp5 Triliun Guncang Saham CBDK, Ada Sinyal Konsolidasi Diam-Diam?

Transaksi Jumbo Rp5 Triliun Guncang Saham CBDK, Ada Sinyal Konsolidasi Diam-Diam?

Saham CBDK mencatat transaksi jumbo Rp5,05 triliun lewat pasar negosiasi. Aksi ini dikaitkan dengan rencana rights issue PANI dan konsolidasi kepemilikan strategis. Simak analisis lengkapnya.

Rabu, 17 Desember 2025 - 21:41 WIB
Transaksi Jumbo Rp5 Triliun Guncang Saham CBDK, Ada Sinyal Konsolidasi Diam-Diam?
Ilustrasi trading saham (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – Pada sesi pertama perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan transaksi dalam jumlah signifikan melalui pasar negosiasi.

Sebanyak 782,61 juta saham berpindah tangan pada harga rata-rata Rp6.450 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp5,05 triliun. Skala transaksi ini menunjukkan bahwa pergerakan saham tersebut lebih bersifat strategis dibandingkan aktivitas perdagangan reguler harian.

Berdasarkan data kepemilikan per 30 November 2025, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) tercatat sebagai pemegang saham mayoritas CBDK dengan kepemilikan 2,60 miliar saham atau sekitar 45,9%.

Kepemilikan tersebut tercatat dengan penerima manfaat akhir atas nama Susanto Kusumo, Alexander Halim Kusuma, Richard Halim Kusuma, dan Hindarto Budiono. Di sisi lain, PT Agung Sedayu Group dan PT Tunas Mekar Jaya masing-masing masih menggenggam porsi kepemilikan sebesar 22,05%.

Transaksi negosiasi ini menjadi relevan jika dikaitkan dengan aksi korporasi PANI sebelumnya. Melalui keterbukaan informasi tertanggal 1 Desember 2025, PANI mengumumkan rencana Penawaran Umum Terbatas (PMHMETD) III dengan menerbitkan hingga 1,21 miliar saham baru, atau sekitar 6,69% dari jumlah saham setelah aksi tersebut.

Dengan harga pelaksanaan Rp12.975 per saham, potensi dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp15,73 triliun. Dana tersebut direncanakan untuk memperkuat struktur permodalan serta memperluas investasi pada sejumlah entitas anak.

Salah satu fokus utama penggunaan dana PMHMETD III adalah rencana PANI untuk menambah kepemilikan saham di CBDK, dengan target akuisisi tambahan sebesar 37,77% hingga 41,37% dari saham yang dilepas oleh pemegang saham lama, yakni Agung Sedayu Group dan Tunas Mekar Jaya.

Dalam konteks ini, transaksi jumbo melalui pasar negosiasi dapat dipandang sebagai bagian dari proses konsolidasi kepemilikan, bukan sekadar aksi jual beli jangka pendek.

Harga transaksi negosiasi yang berada di bawah harga pasar mencerminkan karakteristik umum transaksi blok besar, di mana faktor likuiditas, ukuran transaksi, dan kesepakatan antar pihak lebih dominan dibandingkan mekanisme harga pasar reguler.

Sementara itu, saham CBDK justru tetap menguat 1,43% ke level Rp8.850 hingga akhir sesi pertama, dengan antrean beli dan jual yang relatif seimbang. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar merespons informasi tersebut secara moderat dan rasional, tanpa euforia berlebihan.

Secara keseluruhan, dinamika ini mencerminkan fase restrukturisasi dan penguatan kendali dalam struktur kepemilikan CBDK. Dari sudut pandang netral, langkah PANI berpotensi memperkuat sinergi bisnis dan kontrol strategis dalam jangka panjang.

Namun, realisasi manfaat tersebut tetap akan bergantung pada keberhasilan eksekusi aksi korporasi, struktur kepemilikan pasca-transaksi, serta kemampuan entitas dalam menerjemahkan konsolidasi tersebut ke dalam peningkatan kinerja dan nilai perusahaan ke depan.(Yesaya Christofer/CEO Yes Invest)