TPA Jatiwaringin Terancam Tolak Sampah Tangsel, Warga Kabupaten Tangerang Bersiap Protes?
Rencana penggunaan TPA Jatiwaringin untuk sampah Tangsel berpotensi ditolak warga Kabupaten Tangerang. Pemkab pilih sosialisasi dulu.

HALLONEWS.COM– Penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sebagai lokasi penampungan sementara sampah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berpotensi menuai penolakan dari masyarakat setempat. Wacana ini mencuat setelah Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid membenarkan adanya permintaan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memanfaatkan TPA Jatiwaringin sebagai tempat penampungan sementara sampah. Permintaan tersebut muncul akibat kondisi TPA Cipeucang di Tangsel yang sudah kelebihan kapasitas, sehingga memicu penumpukan sampah di sejumlah wilayah.
“Beberapa hari lalu kami juga ditelepon dari Tangsel (wali kota). Saya sampaikan, nanti kami akan bicarakan dahulu dengan semua komponen masyarakat,” ujar Maesyal, Selasa (16/12/2025).
Namun demikian, Maesyal menegaskan belum ada keputusan final terkait penggunaan TPA Jatiwaringin untuk menampung sampah dari luar wilayah Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah perlu melakukan sosialisasi dan musyawarah dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk warga yang berpotensi terdampak jalur lintasan truk pengangkut sampah dari Tangsel.
Menurutnya, rencana tersebut memiliki risiko besar memicu penolakan publik. Pengalaman sebelumnya menunjukkan adanya resistensi masyarakat terhadap rencana pembangunan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Tangerang Raya di lokasi yang sama.
“Program kami saja, ketika mau dibangun oleh Danatama di TPA, sudah ada beberapa komponen masyarakat yang langsung menolak, jangan menerima sampah dari luar Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Pemkab Tangerang juga menilai persoalan sampah Tangsel seharusnya ditangani secara mandiri. Pasalnya, volume sampah di Kabupaten Tangerang sendiri saat ini sudah mencapai sekitar 2.700 ton per hari. Di sisi lain, pemerintah daerah tengah fokus menyiapkan fasilitas pendukung untuk pembangunan PSEL di wilayahnya.
“Memang ada rasa empati kami kepada Tangsel. Tetapi kalau saya langsung putuskan tanpa sosialisasi dan musyawarah, ini akan menjadi pertanyaan besar dari masyarakat kami,” pungkas Maesyal.
