Home - Ekonomi & Bisnis - Arsari Group Perluas Portofolio Melalui Akuisisi Saham di Sektor Migas dan Aset Digital

Arsari Group Perluas Portofolio Melalui Akuisisi Saham di Sektor Migas dan Aset Digital

Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo memperluas portofolio bisnis lewat akuisisi saham di sektor migas Natuna dan aset digital kripto.

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:00 WIB
Arsari Group Perluas Portofolio Melalui Akuisisi Saham di Sektor Migas dan Aset Digital
Hashim Djojohadikusumo, pemilik Arsari Group Foto: Dok Arsari Group

HALLONEWS.COM – Arsari Group, yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo, kembali menunjukkan agresivitas ekspansi strategis dengan menyelesaikan dua transaksi penting dalam waktu singkat.

Langkah ini memperkuat posisi kelompok usaha Arsari Group di sektor energi konvensional sekaligus industri digital yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Pertama, Arsari Group membeli 75% hak partisipasi di Blok Duyung, wilayah lepas pantai Natuna yang termasuk Lapangan Mako, melalui anak usahanya PT Nations Natuna Barat.

West Natuna Exploration Limited, anak perusahaan Conrad Asia Energy Ltd., kini memiliki 25% kepemilikan dan peran operator.

Pembayaran bertahap senilai sekitar US$16 juta akan dibayarkan oleh Arsari hingga produksi komersial dimulai pada kuartal akhir 2027, sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani pada pertengahan November 2025.

Lapangan Mako memiliki sumber daya gas kontinjensi sebesar 376 miliar kaki kubik, dan hingga akhir kontrak pada Januari 2037, mereka berencana untuk menjual gas ke PT PLN Energi Primer Indonesia pada volume puncak 111,9 juta kaki kubik standar per hari.

Kedua, Arsari Group secara resmi menjadi pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melalui PT Arsari Nusa Investama.

Perusahaan ini bertanggung jawab atas ekosistem aset digital yang terintegrasi melalui anak usahanya, PT Central Finansial X Crypto Exchange dan layanan kustodian PT Kustodian Koin Indonesia.

Meskipun persentase kepemilikan yang sebenarnya tidak diketahui, dianggap bahwa masuknya Arsari Group menambah nilai dalam hal tata kelola perusahaan dan jaringan lintas sektor.

Aryo P.S. Djojohadikusumo, Wakil Direktur Utama Arsari, menyatakan bahwa COIN dianggap memiliki fondasi yang kuat dan ekosistem yang paling siap untuk menjadi katalis untuk pengembangan industri aset digital nasional dengan mengutamakan governance perusahaan yang baik.

Dengan kedua akuisisi ini, Arsari Group menggabungkan investasi di sektor energi tradisional yang stabil dengan peluang pertumbuhan tinggi di ekonomi digital. Dengan lebih dari 18 juta pengguna dan nilai transaksi mencapai ratusan triliun rupiah hingga Oktober 2025, Indonesia saat ini berada di posisi strategis sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia.

Sebaliknya, pengembangan gas domestik di Natuna membantu ketahanan energi nasional dengan menyediakan pasokan langsung listrik PLN.

Secara keseluruhan, langkah ini diterima baik oleh pelaku pasar karena menunjukkan kepercayaan institusional terhadap prospek jangka panjang kedua industri tersebut di Indonesia.

Di pasar saham Indonesia, kedua transaksi ini dapat memberikan dampak positif pada industri terkait. Indeks energi dan komoditas dapat menguat sebagai hasil dari penguatan posisi pemain domestik di blok migas strategis, sementara sektor teknologi digital dan aset kripto cenderung mengalami peningkatan minat investor karena masuknya investor strategis besar yang memperkuat tata kelola dan ekspansi ekosistem.

CEO Yes Invest, Yesaya Christofer menilai langkah Arsari Group sebagai strategi investasi jangka panjang yang terukur dengan mengombinasikan sektor energi gas yang stabil dan strategis bagi ketahanan energi nasional, serta sektor aset digital yang memiliki potensi pertumbuhan struktural tinggi. Akuisisi di Blok Duyung–Lapangan Mako mencerminkan pendekatan defensif berbasis fundamental, sementara masuknya ke PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menunjukkan keyakinan terhadap prospek ekonomi digital Indonesia.

Dari perspektif pasar modal, kehadiran investor strategis berskala besar berpotensi memperkuat kepercayaan pasar, khususnya dari sisi tata kelola dan keberlanjutan bisnis di sektor kripto. Meski demikian, realisasi dampak positif terhadap industri dan emiten terkait tetap bergantung pada eksekusi proyek, disiplin manajemen risiko, serta konsistensi kebijakan dan regulasi ke depan. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)