Profil Fonika Affandi, Kalapas Kelas 1 Medan dengan Segudang Inovasi Pembinaan
Fonika Affandi resmi mengemban tugas baru sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Medan, setelah sebelumnya memimpin Lapas Kelas I Semarang.

HALLONEWS.COM – Fonika Affandi resmi mengemban tugas baru sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Medan, setelah sebelumnya memimpin Lapas Kelas I Semarang.
Fonika Affandi dipercaya Ditjenpas menjadi orang nomor satu di Lapas Kelas I Medan melalui SK Menteri Imipas no M.IP-352.SA.03.03 Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di Kementerian Imipas tertanggal 4 Desember 2025.
Selama menjabat sebagai Kalapas Semarang, Fonika Affandi rekam jejak yang kuat dalam menghadirkan berbagai inovasi pembinaan, peningkatan keamanan, dan program ketahanan pangan di lembaga-lembaga yang pernah ia pimpin.
Sebagai Kalapas Medan yang baru, Fonika Affandi tentu akan membawa pengalaman panjang dan kepemimpinan yang sudah teruji tersebut.
Selama menjabat di Lapas Semarang, ia dikenal berhasil menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari pembebasan bersyarat, pengembangan ketahanan pangan, hingga penguatan sinergi lintas instansi.
Program pembebasan bersyarat yang ia jalankan tercatat memberikan kesempatan kepada 11 narapidana yang telah memenuhi persyaratan hukum dan administratif, sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan berjalan secara objektif dan transparan
Selain itu terobosan yang paling dikenal dari Fonika adalah program ketahanan pangan berbasis budidaya ikan dan pertanian. Program ini bukan hanya berfungsi memenuhi kebutuhan internal Lapas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Inovasi ini menjadi poin penting yang membuat kepemimpinannya diapresiasi di tingkat nasional.
Selain itu, ia memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Polsek Ngaliyan, demi memastikan keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Pendekatan kolaboratif ini akan jadi modal penting dalam menghadapi dinamika Lapas Medan yang memiliki beban operasional dan tantangan cukup besar.
Fonika juga dikenal memiliki perhatian khusus pada pengembangan sumber daya manusia. Ia aktif memberikan pengarahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), menekankan nilai-nilai integritas, etika kerja, dan loyalitas.
Baginya, kualitas layanan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari program pembinaan, tetapi juga dari integritas petugas yang mengemban tugas.
Karier panjang Fonika Affandi di dunia pemasyarakatan menjadi bukti kompetensi dan konsistensinya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Rutan Salemba, Kepala Rutan Jakarta Pusat, Kepala Lapas Cilegon, Kepala Rutan Tanjung Pinang, hingga Kepala Rutan Tangerang.
Pengalaman ini memberinya pandangan komprehensif untuk mengelola lembaga pemasyarakatan dengan pendekatan yang adaptif dan solutif.
Kini sebagai Kalapas Medan, Fonika membawa harapan baru. Dengan gaya kepemimpinan tegas, humanis, dan berorientasi solusi, ia diprediksi dapat mendorong perubahan positif di Lapas Medan melalui pembinaan produktif, peningkatan keamanan, serta penguatan kolaborasi lintas instansi. Sosoknya menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar penegakan hukum, tetapi proses memanusiakan manusia.
