Home - Internasional - Tragedi Bondi: PM Australia Albanese Siapkan Aturan Senjata Lebih Ketat

Tragedi Bondi: PM Australia Albanese Siapkan Aturan Senjata Lebih Ketat

Australia masih berduka pascapenembakan massal di Pantai Bondi yang menewaskan 16 orang. Di tengah kekacauan, muncul sosok pahlawan, Ahmed al Ahmed (43), pemilik toko buah yang dengan tangan berdarah berhasil melucuti senjata pelaku dan menyelamatkan puluhan nyawa.

Senin, 15 Desember 2025 - 14:44 WIB
Tragedi Bondi: PM Australia Albanese Siapkan Aturan Senjata Lebih Ketat
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dalam konferensi pers di Canberra, Senin (15/12/2025). Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM-Pemerintah Australia bergerak cepat setelah tragedi penembakan di Pantai Bondi, Sydney, yang mengguncang dunia. Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengumumkan rencana memperketat undang-undang senjata api nasional, sementara publik menyanjung keberanian warga sipil Ahmed al Ahmed, yang menghadapi teroris bersenjata hanya dengan tangan kosong.

“Pemerintah siap mengambil tindakan apa pun yang diperlukan, termasuk memperketat undang-undang senjata api,” kata Albanese dalam konferensi pers di Canberra, Senin (15/12/2025).

Ia menegaskan langkah itu akan mencakup pembatasan jumlah senjata per individu, pemeriksaan izin yang lebih ketat, dan peninjauan lisensi berkala, dengan pembahasan dijadwalkan dalam rapat kabinet sore ini.

“Orang bisa berubah, bahkan menjadi radikal seiring waktu. Karena itu, izin kepemilikan senjata tidak boleh berlaku seumur hidup,” tegasnya.

Perdana Menteri New South Wales (NSW) Chris Minns menyerukan ketenangan dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir kekerasan balasan atas serangan tersebut.

“Tidak akan ada toleransi terhadap pembalasan. Siapa pun yang mencoba melakukannya akan berhadapan dengan kekuatan penuh kepolisian,” ujarnya.

Minns meminta publik menghormati masa berkabung nasional dan tidak terjebak dalam spiral kebencian.

“Hal terakhir yang kita butuhkan adalah kekerasan dendam. New South Wales harus menjadi contoh ketenangan dan empati,” tambahnya.

Ahmed Al Ahmed, Pahlawan Tanpa Senjata di Tengah Teror

Nama Ahmed al Ahmed (43) kini disebut di seluruh media dunia. Pemilik toko buah asal Sutherland Shire itu menjadi simbol keberanian setelah melucuti senjata salah satu pelaku penembakan di tengah kepanikan ratusan warga.

Ahmed, yang terluka di lengan dan tangan akibat dua tembakan, berhasil merebut senjata pelaku dan menjatuhkannya sebelum polisi tiba.
Aksinya terekam dalam video amatir yang viral di media sosial, memperlihatkan dirinya mengenakan kemeja putih, menubruk pelaku dari belakang, dan merebut senjata api yang masih berasap.

“Ada banyak orang yang selamat malam itu berkat keberaniannya,” kata Perdana Menteri Minns. “Itu adalah adegan paling luar biasa yang pernah saya lihat.”

Kini Ahmed menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi stabil. Publik Australia membanjiri media sosial dengan pesan terima kasih, menyebutnya “The Bondi Hero.”

Polisi Enggan Komentari Isu Bendera Islam

Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon menolak mengonfirmasi laporan mengenai bendera bertuliskan syahadat yang disebut ditemukan di lokasi kejadian.

Ia menegaskan, spekulasi tersebut dapat mengganggu proses penyelidikan dan penuntutan. “Kami tidak ingin mendahului proses hukum dengan komentar yang bisa disalahartikan,” ujarnya singkat.

Pantai Bondi kini dipenuhi bunga, lilin, dan doa. Ratusan warga Sydney berkumpul mengenang para korban, termasuk anak berusia 10 tahun yang tewas dalam serangan itu.

Salah satu saksi, Muadhi Slaven, masih terguncang. “Tembakan pertama terdengar seperti petasan. Lalu semua orang berteriak dan berlari. Saya melihat orang-orang berjatuhan. Rasanya seperti dunia berhenti,” katanya. (ren)