Home - Internasional - Terungkap, Ayah dan Anak Pelaku Serangan Teroris di Pantai Bondi: 16 Tewas, Termasuk Seorang Anak

Terungkap, Ayah dan Anak Pelaku Serangan Teroris di Pantai Bondi: 16 Tewas, Termasuk Seorang Anak

Polisi Australia mengonfirmasi identitas pelaku serangan teroris di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 16 orang, termasuk seorang anak berusia 10 tahun. Pelaku diketahui adalah ayah dan anak, dalam tragedi yang kini disebut sebagai penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir.

Senin, 15 Desember 2025 - 8:41 WIB
Terungkap, Ayah dan Anak Pelaku Serangan Teroris di Pantai Bondi: 16 Tewas, Termasuk Seorang Anak
Seorang warga sipil, Ahmed al Ahmed (43), terekam kamera saat berhasil melumpuhkan pelaku penembakan dan merebut senjatanya di Pantai Bondi, Sydney. Aksi heroiknya menyelamatkan puluhan orang yang berlindung di sekitar lokasi perayaan Hanukkah. Sky News for Hallonews.

HALLONEWS.COM-Pihak berwenang Australia mengungkap bahwa Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24), adalah terduga pelaku di balik penembakan massal pada perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, Minggu (14/12/2025).

Polisi menyebut Sajid Akram tewas ditembak di lokasi kejadian, sementara Naveed Akram mengalami luka kritis dan kini dirawat di rumah sakit dengan pengawalan ketat.

“Penembakan ini adalah tindakan kejahatan murni, tindakan anti-Semitisme, tindakan terorisme di tanah air kita,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dikutip The Guardian, Senin (15/12/2025).

Polisi New South Wales (NSW) memastikan tidak ada pelaku ketiga. Komisaris Polisi Mal Lanyon mengatakan Sajid Akram adalah pemegang izin senjata api dengan enam senjata terdaftar, yang diyakini digunakan dalam serangan tersebut.

“Kami telah mengamankan keenam senjata api itu dari lokasi kejadian dan penggeledahan di Campsie,” kata Lanyon. “Pemeriksaan balistik dan forensik akan memastikan keterkaitan senjata-senjata tersebut dengan tindak pidana di Bondi.”

Tragedi Terbesar Sejak 1996: 16 Tewas, 40 Luka-Luka

Kepolisian NSW menyebut 14 korban tewas di lokasi kejadian, dan dua lainnya meninggal di rumah sakit semalam. Jumlah korban luka mencapai 40 orang, termasuk empat anak-anak, dengan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis.

Korban termuda adalah seorang gadis berusia 10 tahun, sementara korban tertua berusia 87 tahun. Beberapa korban termasuk Rabbi Eli Schlanger (41), asisten rabi di Chabad of Bondi; Alex Kleytman (89), penyintas Holocaust kelahiran Ukraina; dan seorang warga negara Israel.

“Pantai Bondi seharusnya menjadi tempat kegembiraan dan perayaan, tapi kini ternoda oleh kebencian,” ujar Albanese. “Kami berdiri bersama komunitas Yahudi dan akan melakukan apa pun untuk memberantas antisemitisme.”

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menambahkan bahwa Australia harus mengirimkan pesan kuat melawan kebencian.

“Tidak ada ruang bagi rasisme atau anti-Semitisme di negara ini,” tegasnya.
“Kami akan melawannya, baik dalam bentuk kekerasan, slogan, maupun ujaran kebencian di dunia maya.”

Bom Rakitan dan Senjata Api Disita

Komisaris Lanyon mengungkapkan, polisi menemukan dua alat peledak sederhana di lokasi penembakan.

“Perangkat itu masih aktif saat ditemukan, tapi berhasil dinetralisir oleh tim penjinak bom,” ujarnya.

Kedua pelaku diketahui tinggal di Bonnyrigg dan Campsie, wilayah barat Sydney. Meski Naveed Akram pernah dikenal polisi, pihak berwenang menyebut tidak ada indikasi serangan ini direncanakan.

Respons Nasional: Reformasi Senjata dan Operasi Shelter

Chris Minns mengatakan reformasi hukum kepemilikan senjata api “hampir pasti” akan diberlakukan menyusul tragedi ini.

“Kita tidak boleh mengabaikan satu detail pun. Ini adalah saatnya memastikan hal seperti ini tidak terulang,” katanya.

Polisi NSW kini menerapkan Operasi Shelter, menurunkan lebih dari 300 personel di kawasan pemukiman Yahudi untuk menjaga keamanan.

Tim medis dari Ambulans NSW dan Surf Life Saving NSW juga mendapat pujian karena berhasil menyelamatkan puluhan korban di tengah kekacauan.

“Kerja sama antarlembaga, keberanian paramedis, dan relawan pantai Bondi telah menyelamatkan banyak nyawa,” kata Dr Dominic Morgan, Komisaris Ambulans NSW.

Tragedi ini mengguncang dunia. Raja Charles III menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan resmi: “Kami sangat terkejut dan sedih. Tapi saya yakin cahaya Hanukkah dan semangat kebersamaan Australia akan selalu menang atas kegelapan kebencian.”

Di berbagai kota Australia, termasuk Melbourne, perayaan Hanukkah dihentikan lebih awal sebagai bentuk duka dan solidaritas terhadap korban. (ren)