Home - Gaya Hidup - Merubah Aksesori dan Faktor Usia, Uji Coba Kereta Api Heritage Class Tak Disambut Baik Pengguna Setia

Merubah Aksesori dan Faktor Usia, Uji Coba Kereta Api Heritage Class Tak Disambut Baik Pengguna Setia

Uji coba Kereta Api Heritage Class menuai kritik dari pecinta kereta api. Modifikasi aksesori dan faktor usia kereta dinilai berpotensi mengurangi kenyamanan dan keselamatan.

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:19 WIB
Merubah Aksesori dan Faktor Usia, Uji Coba Kereta Api Heritage Class Tak Disambut Baik Pengguna Setia
Ket foto, Uji coba rangkaian kereta api Heritage Class. (Humas PT KAI)

HALLONEWS.COM – Uji coba rangkaian Kereta Api Heritage Class menuai beragam respons, khususnya dari kalangan pecinta dan pemerhati perkeretaapian. Sejumlah penggemar menyayangkan perubahan yang dinilai mengurangi nilai keaslian rangkaian kereta tersebut.

Pada uji coba yang berlangsung Rabu, 11 Desember 2025, rangkaian kereta berangkat dari Stasiun Manggarai menuju Cianjur dengan ditarik lokomotif CC2061395. Rangkaian ini terdiri atas dua unit kereta Heritage Class serta dua unit kereta eksekutif.

Banyak pecinta kereta api menilai modifikasi pada sarana IW-38221 dan IW-38222 telah merusak orisinalitas kedua kereta tersebut. Selain itu, muncul kekhawatiran terkait faktor usia kereta yang dinilai sudah terlalu tua untuk dioperasikan dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam.

Kekhawatiran tersebut merujuk pada pengalaman uji coba rangkaian Djoko Kendil setelah pergantian bogie pada 2023 lalu, di mana dilaporkan terjadi guncangan saat melaju pada kecepatan tinggi sehingga mengurangi kenyamanan perjalanan.

Berdasarkan data yang ada, Heritage Class merupakan layanan baru PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang direncanakan beroperasi sebagai KA Wisata Jaka Lelana dengan relasi Gambir–Bogor–Sukabumi–Cianjur. Rangkaian ini terdiri atas dua kereta eks Djoko Kendil, yakni IW-38221 dan IW-38222, satu kereta makan, serta satu kereta pembangkit.

Sebelum dioperasikan sebagai Heritage Class, kedua kereta tersebut telah menjalani proses retrofit dan perbaikan agar memenuhi standar operasional lintas. Perbaikan meliputi penggantian bogie menjadi bogie K5 untuk meningkatkan batas kecepatan dari semula 45 kilometer per jam menjadi 100 kilometer per jam, serta penguatan rangka kereta.

Kereta IW-38221 dan IW-38222 sebelumnya juga sempat digunakan dalam uji coba kereta ekonomi New Generation hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai. Sementara perubahan signifikan pada interior baru dilakukan saat kereta disiapkan sebagai Heritage Class.

Pada sisi eksterior, livery hijau tua dan hijau muda ditambahkan ornamen berwarna emas untuk menonjolkan kesan klasik. Kursi penumpang diganti demi meningkatkan kenyamanan, sementara pantry di dalam kereta dihilangkan guna menambah kapasitas angkut.

Lampu interior juga diubah menjadi warna kuning keemasan untuk menghadirkan nuansa klasik dan mewah. Selain itu, disediakan area lounge lengkap dengan sofa dan meja sebagai ruang bersantai bagi penumpang.

Kereta makan yang digunakan berasal dari Depo Kereta Ketapang, dengan desain interior bernuansa kayu agar selaras dengan kereta IW-38221 dan IW-38222. Kereta makan dan kereta pembangkit juga diberikan livery serupa.

Selain menguji kesiapan sarana, uji coba ini dilakukan untuk memastikan kesiapan prasarana jalur menjelang pengoperasian KA Wisata Jaka Lelana pada masa angkutan Natal 24–25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026. (yopy)