Home - Megapolitan - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Angkutan Kota saat Natal dan Tahun Baru, Dishub Kota Bogor: Kami Tetap Beroperasi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Angkutan Kota saat Natal dan Tahun Baru, Dishub Kota Bogor: Kami Tetap Beroperasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan angkutan kota (angkot) tetap beroperasi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Kebijakan ini berbeda dengan keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melarang operasional angkot selama periode tersebut. Pemkot Bogor menilai, mobilitas masyarakat di wilayahnya masih terkendali dan tidak membutuhkan pembatasan.

Minggu, 14 Desember 2025 - 13:12 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Angkutan Kota saat Natal dan Tahun Baru, Dishub Kota Bogor: Kami Tetap Beroperasi
Angkutan kota di Kota Bogor tetap beroperasi pada hari Natal dan Tahun Baru. Foto: Hallonews/Yopy.

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperbolehkan angkutan kota (angkot) beroperasi selama Natal, 24-25 Desember 2025, dan Tahun Baru, 1 Januari 2026.

Kebijakan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim ini tidak mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait larangan pengoperasian angkot saat Nataru.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menyiapkan 120 personel untuk mengatur arus lalu lintas selama hari raya keagamaan berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan kebijakan larangan tersebut hanya relevan untuk wilayah yang dekat dengan destinasi wisata besar seperti Puncak.

“Mungkin berlaku kalau di daerah Puncak. Kalau di kita (Kota Bogor) biasa saja. Hanya simpul kemacetan, kita pertebal personel gabungan,” kata Sujatmiko kepada Hallonews, Minggu (14/12/2025).

“Total ada 120 personel. Kami membantu aparat kepolisian, jadi kami akan bergabung bersama mereka,” ucapnya.

Personel Dishub akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan, antara lain Jalan Kapten Muslihat atau area Alun-Alun Kota Bogor, Terminal Baranangsiang bagi kendaraan dari arah Jakarta, serta Jalan Juanda untuk arus kendaraan dari arah Ciomas–Ciapus.

“Personel kami juga akan berjaga di gereja-gereja. Kami berharap Kota Bogor lancar saat Nataru,” paparnya.

Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Nataru

Sementara itu, Satlantas Polresta Bogor Kota terus mematangkan skema rekayasa lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

Skema ini disiapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, mengingat Kota Bogor menjadi jalur perlintasan utama menuju kawasan Puncak saat musim liburan.

KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, mengatakan koordinasi lintas sektor masih terus dilakukan.

“Sedang kita matangkan. Rapat-rapat sektoral terus dilakukan. Tentunya kita akan siaga agar arus lalu lintas saat Nataru di Kota Bogor lancar,” kata Lukito.

Menurutnya, Kota Bogor memiliki peran penting sebagai wilayah transit utama bagi wisatawan menuju Puncak.

“Sama seperti sebelumnya, Kota Bogor memang lintasan. Jadi kepadatan muncul saat musim liburan tiba,” ujarnya.

Untuk mengurai kemacetan, Satlantas akan fokus pada rekayasa lalu lintas di titik-titik krusial, mulai dari exit tol, jalan dalam kota, hingga perbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Rekayasa yang disiapkan antara lain:

– Jika terjadi kepadatan di Tol BORR, kendaraan akan dialihkan melalui Jalan Kedung Badak.

– Kendaraan yang keluar di Tol Baranangsiang akan diarahkan ke kiri menuju Jalan Pajajaran terlebih dahulu.

– Untuk pengendara roda dua menuju Puncak, akan diarahkan melalui Jalan Batutulis.

“Saat ini masih lancar, mungkin padat mendekati Natal dan ditambah musim libur sekolah,” ujar Lukito sambil mengimbau masyarakat untuk memantau informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat. (opy)