Home - Ekonomi & Bisnis - The Fed Pangkas Suku Bunga, Analis Dunia Ungkap Arah Harga Bitcoin Jelang Akhir Tahun

The Fed Pangkas Suku Bunga, Analis Dunia Ungkap Arah Harga Bitcoin Jelang Akhir Tahun

Prediksi harga Bitcoin pasca pemangkasan suku bunga The Fed. Simak analisis Mike Novogratz, Cathie Wood, hingga Raoul Pal mengenai arah pergerakan BTC.

Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:40 WIB
The Fed Pangkas Suku Bunga, Analis Dunia Ungkap Arah Harga Bitcoin Jelang Akhir Tahun
Ilustrasi Bitcoin (Dok. Freepik)

HALLONEWS.COM – Keputusan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan kembali menjadi sorotan pelaku pasar global. Kebijakan moneter longgar bank sentral Amerika Serikat tersebut tidak hanya memengaruhi pasar saham dan obligasi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap pergerakan harga Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya.

Sejumlah analis kripto dan investor kelas dunia menilai langkah The Fed berpotensi menjadi katalis penting bagi fase kenaikan Bitcoin berikutnya.

CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, menilai pemangkasan suku bunga membuka kembali aliran likuiditas ke aset berisiko. Menurutnya, Bitcoin secara historis kerap mendapat dorongan positif saat bank sentral mulai melonggarkan kebijakan moneter.

“Ketika uang menjadi lebih murah, investor akan mencari aset langka dengan potensi lindung nilai jangka panjang. Bitcoin berada pada posisi tersebut,” ujar Novogratz.

Ia menambahkan, Bitcoin kini semakin diterima sebagai aset makro, bukan sekadar instrumen spekulatif.

Sementara itu, CEO ARK Invest Cathie Wood juga memandang pemangkasan suku bunga sebagai sinyal penting, yang kerap muncul saat ekonomi menghadapi perlambatan. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin dinilai berfungsi sebagai alternatif terhadap sistem keuangan tradisional.

“Bitcoin adalah asuransi terhadap ketidakpastian kebijakan moneter dan pelemahan nilai mata uang fiat,” tutur Wood.

ARK Invest tetap mempertahankan pandangan bullish jangka panjang terhadap Bitcoin, seiring meningkatnya adopsi institusional.

Pendiri Real Vision sekaligus mantan eksekutif Goldman Sachs, Raoul Pal, menilai pemangkasan suku bunga sebagai pintu masuk menuju siklus likuiditas global yang baru. Menurutnya, pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas.

“Ketika suku bunga turun dan likuiditas meningkat, kripto biasanya menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik,” ujarnya.

Pal menilai fase kebijakan moneter longgar kerap menjadi awal tren kenaikan jangka panjang, meskipun tetap disertai volatilitas.

Tetap Ada Risiko

Meski sentimen analis global cenderung positif, sejumlah pakar mengingatkan potensi koreksi dalam jangka pendek. Analis kripto Benjamin Cowen menilai Bitcoin berpeluang mengalami fase konsolidasi sebelum melanjutkan kenaikan.

Faktor seperti data inflasi Amerika Serikat, kebijakan lanjutan The Fed, serta kondisi geopolitik global masih menjadi penentu utama arah pasar.

Pemangkasan suku bunga The Fed memang memberi angin segar bagi Bitcoin, sejalan dengan pandangan optimistis para analis dunia. Namun, pasar kripto tetap bergerak dinamis dan sarat risiko.

Bagi investor, momentum ini menjadi peluang sekaligus pengingat untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko. Bitcoin berpotensi memasuki fase baru, meski perjalanannya diperkirakan tetap diwarnai gejolak. (W-2/dari berbagai sumber)