Home - Nusantara - Pembangunan Jalan Tol Bocimi Seksi 3 Dikebut oleh PT Trans Jabar Tol

Pembangunan Jalan Tol Bocimi Seksi 3 Dikebut oleh PT Trans Jabar Tol

PT Trans Jabar Tol (TJT) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi), khususnya pada Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat sepanjang 13,9 kilometer.

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:43 WIB
Pembangunan Jalan Tol Bocimi Seksi 3 Dikebut oleh PT Trans Jabar Tol
Jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi 3 sesuai rencana selesai pertengahan tahun depan. (yopy)

HALLONEWS.COM – PT Trans Jabar Tol (TJT) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi), khususnya pada Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat sepanjang 13,9 kilometer.

Penyelesaian Seksi 3 diharapkan tepat waktu untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Tol Bocimi Seksi 3 diproyeksi dapat meningkatkan volume lalu lintas hingga 30.000 kendaraan per hari.

Direktur Utama PT TJT, Abdul Hakim Supriyadi, dalam agenda media visit di Tol Bocimi menyampaikan bahwa saat ini tol tersebut melayani sekitar 26.000–27.000 kendaraan setiap harinya. Dengan beroperasinya Seksi 3, jumlah itu diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 30.000 kendaraan per hari.

“Sekarang sekitar 26.000–27.000 LHR. Jika Seksi 3 beroperasi, paling tidak di atas 30.000 kendaraan per hari,” ujarnya, Jumat 12 Desember 2025.

Ia menargetkan pembangunan Seksi 3 rampung pada Juni 2026. “Prediksi kami pertengahan tahun depan selesai. Semoga semua lancar,” kata Abdul.

Menurutnya, keberadaan Seksi 3 akan memudahkan akses menuju kawasan wisata di bagian barat Kabupaten Sukabumi. Saat ini, progres konstruksi telah mencapai sekitar 66 persen.

Saat ditanya mengenai tantangan pembangunan, Abdul menyebut penyediaan bahan baku konstruksi sebagai salah satu kendala utama. “Itu menjadi tantangan kami. Kami minta kontraktor mencari solusi,” jelasnya.

Sementara itu, Tol Bocimi Seksi 4 yang menghubungkan Sukabumi Barat–Sukabumi Timur sepanjang 13,05 kilometer masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres kurang dari 10 persen.

“Kami baru bisa memulai konstruksi jika lahan yang dibebaskan sudah mencapai minimal 75–80 persen,” tambahnya. (yopy)