WSKT Tak Bayar Bunga & Pokok Obligasi, Mayoritas Pemegang Obligasi Tolak Restrukturisasi
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar pada 9 Desember 2025.

HALLONEWS.COM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar pada 9 Desember 2025.
Dalam RUPO tersebut, emiten menyatakan bahwa selain kewajiban pokok obligasi yang semestinya dibayarkan kepada pemegang obligasi, telah terjadi kelalaian pembayaran bunga pada Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019.
Waskita Karya juga menyampaikan bahwa laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun 2023 dan 2024 masih tertunda. Dengan mempertimbangkan kondisi kas perseroan yang masih tertekan, perusahaan mengajukan proposal restrukturisasi sebagai upaya menjaga kemampuan memenuhi kewajiban finansial.
Namun, hasil pemungutan suara menunjukkan mayoritas pemegang obligasi tidak menyetujui usulan tersebut. Sebanyak 64,80% pemegang obligasi setara Rp759 miliar menolak. Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan 2019, keputusan hanya dapat disahkan jika minimal 75% suara menyetujui. Dengan demikian, RUPO dinyatakan gagal mengambil keputusan dan proses restrukturisasi belum dapat dimulai.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan BUMN konstruksi yang bergerak di jasa konstruksi, konsultasi manajemen, pengelolaan gedung, produksi beton pracetak, bahan bangunan, serta bisnis properti, energi—termasuk PLTMH di Sumatera Barat—dan investasi jalan tol melalui PT Waskita Toll Road.
Harga saham WSKT telah stagnan di level Rp202 sejak 8 Mei 2023, mencerminkan rendahnya minat investor dan tekanan keuangan berkepanjangan, termasuk gagal bayar obligasi dan proses restrukturisasi berulang, hingga berujung suspensi perdagangan saham.
Sebagai BUMN yang kerap mendapat dukungan proyek pemerintah, kegagalan membayar kewajiban kembali menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam manajemen, terutama terkait arus kas, struktur pendanaan, dan eksekusi proyek. Kondisi ini menegaskan perlunya perbaikan tata kelola keuangan dan pengendalian proyek di tubuh Waskita.
(Hendeka Putera/Yes Invest)
