Pemkot Bogor dan PT INKA Teken MoU Pengembangan Trem Perkotaan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menghadirkan transportasi publik masa depan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

HALLONEWS.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menghadirkan transportasi publik masa depan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Komitmen tersebut disampaikannya usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkot Bogor dan PT Industri Kereta Api (INKA) mengenai rencana pengembangan sistem transportasi massal berbasis trem di Kota Bogor.
Dedie menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting setelah melalui proses panjang.
“Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya ada kesepakatan. PT INKA bersedia mendukung pengembangan sistem transportasi perkotaan Kota Bogor melalui teknologi trem yang telah mereka kembangkan,” ujarnya di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Jumat (12/12/2025).
MoU antara PT INKA dan PT Transpakuan Bogor mencakup rencana uji coba trem pada rute awal di sekitar Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor, sebelum dikembangkan ke koridor satu sepanjang 7–8 kilometer.

“Dalam MoU yang baru ditandatangani, uji coba akan dilakukan di Kota Bogor. Harapannya, PT INKA dapat menilai aspek teknologi yang perlu dikembangkan,” kata Dedie.
Menurutnya, trem buatan PT INKA memiliki tingkat kandungan lokal lebih dari 60 persen, menggunakan baterai tanpa katenari, dan didukung sistem pengisian daya modern sehingga lebih efisien dalam operasional.
“Teknologinya mumpuni, tanpa kabel atas, dan sistem charging sangat modern. Dengan begitu, biaya operasional bisa lebih hemat dan tidak membebani pemerintah daerah maupun masyarakat,” tambahnya.
Pemkot Bogor akan menyiapkan lintasan uji coba sepanjang sekitar 450 meter di area strategis. Pemkot juga akan berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan soal potensi perluasan area uji coba di sekitar Kebun Raya Bogor.
Aspek infrastruktur seperti jembatan Otista dan Jalak Harupat turut diperhitungkan untuk memastikan kemampuan dalam menopang beban trem.

Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto, mengapresiasi Pemkot Bogor atas dukungannya terhadap industri perkeretaapian dalam negeri.
“Hari ini kami menandatangani MoU pengembangan commuter, khususnya trem. Prototipe yang kami kembangkan sejak 2018 telah diuji coba di Solo dan Kediri, dan kini disambut baik oleh Kota Bogor,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa trem yang digunakan merupakan trem baterai yang siap dikembangkan lebih lanjut oleh para insinyur Indonesia.
Direktur Utama Transpakuan, Nissa Fadliya, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi Kota Bogor untuk menghadirkan transportasi modern dan terintegrasi.
“Kami berharap kerja sama ini memperkuat upaya mewujudkan visi Bogor Lancar dengan menghadirkan moda transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tutupnya. (yopy)
