Pengamanan Natal 2025: Pemkot Bekasi Jaga 99 Gereja, 684 Petugas Dikerahkan
Pemkot Bekasi perketat pengamanan Natal 2025 di 99 gereja dan malam Tahun Baru, libatkan Satpol PP, Polisi, TNI hingga BNPT untuk memastikan situasi tetap kondusif.

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kota Bekasi memperketat pengamanan menjelang perayaan Natal 2025. Sebanyak 99 gereja yang menggelar ibadah dipetakan tingkat kebutuhannya, dengan 20 gereja besar ditetapkan sebagai titik prioritas karena memiliki jumlah jemaat yang lebih padat.
Kasatpol PP Kota Bekasi Nesan Sujana mengatakan titik-titik prioritas tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Pondok Gede, Medan Satria, Rawa Lumbu, kawasan Terminal Bekasi, Jati Sampurna, hingga Grand Galaxy City.
“Kami memastikan ibadah Natal berjalan aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Harapan kami, Natal 2025 dapat mewujudkan harmonisasi dan kerukunan bagi seluruh warga Kota Bekasi,” kata Nesan, Jumat (12/12/2025).
Selain pengamanan Natal, kata dia, Satpol PP juga memetakan potensi keramaian malam Tahun Baru yang hampir merata di seluruh wilayah kota. Sejumlah titik diprediksi menjadi pusat kumpul masyarakat, di antaranya:
Summarecon Bekasi, Kawasan Medan Satria dan Bekasi Utara, Galaxy – Pakuwon Mall
Flyover Rawa Panjang, Rawa Lumbu – Citra Gran – Pertigaan Pasar Rebo, Jati Asih dan Pondok Gede.
“Beberapa lokasi tersebut dikenal rutin ramai setiap pergantian tahun, termasuk perayaan kembang api komunitas Tionghoa,” ungkapnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Pemkot Bekasi berkolaborasi dengan Kepolisian, TNI, Densus 88, dan BNPT. Pengawasan ekstra dilakukan untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial maupun bibit radikalisme.
“Tidak semua kerawanan berasal dari keramaian. Ada kemungkinan gesekan yang bisa memicu paham radikalisme, karena itu kami bekerja lintas lembaga,” jelas Nesan.
Pemkot Bekasi juga mewaspadai dampak cuaca ekstrem, seperti hujan deras hingga potensi banjir yang kerap muncul pada malam pergantian tahun.
Sebanyak 684 personel Satpol PP diterjunkan untuk berjaga di titik-titik rawan serta mobilisasi lapangan. Dukungan armada kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk operasional juga telah disiapkan.
Satpol PP turut melakukan pendataan detail terhadap setiap gereja, mulai dari tema ibadah, jumlah jemaat, hingga nama pendeta. Seluruh data tersebut dilaporkan ke Dirjen Satpol PP dan Linmas Kemendagri sebagai bagian dari sistem monitoring nasional.
Terkait potensi gangguan malam tahun baru, Nesan menyebut tren masyarakat kini lebih banyak menyalakan kembang api ketimbang petasan, dan itu pun biasanya terpusat mendekati waktu pergantian hari.
