Home - Olahraga - Roma Bantai Celtic 3-0! Dua Gol Ferguson Bungkam Parkhead dan Tekan Nancy ke Jurang Krisis

Roma Bantai Celtic 3-0! Dua Gol Ferguson Bungkam Parkhead dan Tekan Nancy ke Jurang Krisis

Celtic Park membisu. AS Roma datang, melihat, dan menghancurkan, tiga gol tanpa balas, dua di antaranya lahir dari kaki Evan Ferguson, membuat publik Parkhead berbondong-bondong meninggalkan stadion bahkan sebelum peluit akhir berbunyi. Kekalahan 3-0 ini bukan sekadar pukulan, tetapi alarm keras yang menjerumuskan Wilfried Nancy ke jurang krisis dalam dua laga pertamanya.

Jumat, 12 Desember 2025 - 11:57 WIB
Roma Bantai Celtic 3-0! Dua Gol Ferguson Bungkam Parkhead dan Tekan Nancy ke Jurang Krisis
Evan Ferguson merayakan gol kedua Roma di Celtic di Liga Europa. Foto: Sky Sports

HALLONEWS.COM-AS Roma tampil menggila saat menumbangkan Celtic 3-0 pada lanjutan Liga Europa, sebuah hasil yang memperpanjang nestapa klub Skotlandia tersebut dan membuat Wilfried Nancy menjadi manajer Celtic pertama yang kalah dalam dua laga pembuka masa kepelatihannya. Suasana di Celtic Park, Jumat (12/12/2025) dini hari WIB, berubah muram sejak jeda babak pertama ketika tim tuan rumah sudah tertinggal tiga gol, dan cemoohan menggema dari tribun yang mulai kosong jauh sebelum laga benar-benar berakhir.

Nancy sebenarnya mempertahankan susunan pemain inti yang sama seperti saat takluk dari Hearts pada laga sebelumnya. Namun keputusan tersebut terbukti tidak efektif. Pertahanan Celtic kembali goyah sejak menit awal. Baru enam menit pertandingan berjalan, Celtic kebobolan dengan cara yang menyakitkan: Liam Scales salah mengantisipasi sepak pojok dan menyundul bola ke gawang sendiri melewati Kasper Schmeichel.

Roma tidak berhenti menyerang. Evan Ferguson—yang sebelum pertandingan ditegaskan oleh Gian Piero Gasperini bahwa ia “harus tampil lebih baik,” menjawab tuntutan sang pelatih dengan dua gol cepat sebelum turun minum. Brace tersebut tidak hanya mematikan perlawanan Celtic lebih awal, tetapi juga menegaskan dominasi Roma di Glasgow, setelah sebelumnya menaklukkan Rangers.

Celtic sempat mendapatkan peluang emas untuk memperpendek ketertinggalan lewat penalti Arne Engels di masa tambahan waktu babak pertama. Namun bola hanya membentur bagian dalam tiang dan memantul keluar, menambah daftar panjang kemalangan tuan rumah. Nancy kemudian mencoba mengubah situasi dengan tiga pergantian besar di awal babak kedua.

Para pemain pengganti Celtic sempat memberikan harapan tipis, terutama Kelechi Iheanacho yang nyaris mencetak gol sebelum VAR menganulirnya karena offside. Roma juga sempat memiliki gol ketiga yang dianulir, kali ini dari Leon Bailey. Namun alur pertandingan tak banyak berubah—Roma tetap dominan, Celtic tetap kesulitan.

Hasil ini membuat Celtic terdampar di peringkat 24 klasemen Liga Europa dan hanya bertahan di zona play-off berkat selisih gol. Dengan dua laga krusial tersisa menghadapi Bologna dan Utrecht, tekanan untuk segera bangkit semakin besar. Terlebih, final Piala Liga kontra St Mirren pada akhir pekan mendatang kini menjadi laga wajib menang bagi Nancy agar tidak semakin tenggelam dalam bayang-bayang kegagalan dini.

Berbicara kepada TNT Sports, Nancy mengakui timnya benar-benar kewalahan menghadapi intensitas Roma.

“Kami tidak bisa keluar dari tekanan mereka. Babak pertama sangat sulit,” ujarnya.

Meski ia melihat perbaikan di babak kedua, Nancy tidak menutup mata bahwa performa timnya jauh dari cukup.

“Reaksi mereka bagus, tapi itu belum cukup. Kami harus lebih terhubung dan lebih berani.”

Meski hasilnya kejam, Nancy tetap menegaskan ia melihat hal positif untuk masa depan.

“Saya tidak khawatir. Mereka berjuang. Mereka pantas mendapat satu gol untuk mengubah momentum, tapi itu tidak terjadi.” (ren)