Arsenal Mengamuk di Belgia! Madueke dan Martinelli Pamer Roket, The Gunners Sempurna di Liga Champions
Arsenal kembali menunjukkan taring Eropanya. Dua roket spektakuler dari Noni Madueke dan Gabriel Martinelli membawa The Gunners menghancurkan Club Brugge 3-0, menjaga rekor sempurna sekaligus hampir memastikan tiket ke 16 besar. Di tengah badai cedera dan pertahanan darurat, Mikel Arteta tetap menemukan formula kemenangan yang mematikan.

HALLONEWS.COM-Arsenal melanjutkan performa impresif mereka di Liga Champions dengan kemenangan telak 3-0 atas Club Brugge. Dua gol indah dari Noni Madueke dan Gabriel Martinelli menjadi sorotan utama, sekaligus membuat pasukan Mikel Arteta menjaga rekor sempurna di fase liga. Dengan dua pertandingan tersisa, The Gunners sudah hampir memastikan tiket ke babak 16 besar.
Madueke Buka Pesta dengan Roket dari Jarak Jauh
Awal pertandingan berjalan kurang meyakinkan bagi Arsenal. Brugge tampil agresif dan beberapa kali menguji lini belakang Arsenal yang dipenuhi pemain darurat. Namun pertandingan berubah drastis ketika Noni Madueke menunjukkan kelasnya.
Menerima bola di area dekat garis tengah, Madueke berlari menusuk tanpa pengawalan, lalu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, menghantam bagian bawah mistar, dan memantul masuk—gol dunia yang menghidupkan permainan Arsenal.
Martinelli Tambah Derita Brugge dengan Gol Kelas Dunia
Jika gol Madueke terasa spesial, Martinelli tidak mau kalah. Arsenal menggandakan keunggulan setelah sundulan Madueke memantul ke arah Martinelli yang langsung menusuk ke dalam, melewati pemain Brugge, lalu melepaskan tendangan melengkung yang tak dapat dijangkau kiper.
Gol itu bukan hanya indah secara teknis, tetapi juga meruntuhkan mental tim tuan rumah yang sempat tampil percaya diri.
Jesus Hampir Cetak Gol Comeback
Gabriel Jesus akhirnya kembali merumput untuk pertama kalinya sejak Januari setelah absen 342 hari akibat cedera ACL. Sang striker hampir membuat cerita comeback lebih indah ketika tembakannya mengenai mistar. Meski tidak mencetak gol, kontribusinya dalam membangun serangan terlihat jelas.
Meski kalah 3-0, Brugge sebenarnya tidak bermain buruk. Mereka beberapa kali membahayakan pertahanan Arsenal yang terpaksa menurunkan dua pemain non-bek tengah: Christian Norgaard dan Piero Hincapie.
David Raya menjadi pembeda. Dia melakukan tujuh penyelamatan, hampir menyamai jumlah tembakan tepat sasaran yang ia hadapi dalam lima laga sebelumnya di kompetisi ini. Clean sheet kelima buat Raya, membuktikan Arsenal tidak hanya tajam, tetapi juga kokoh di belakang.
Masalah cedera masih menghantui Arsenal. Namun Arteta terlihat tenang dan mampu merotasi skuad dengan baik. Bukayo Saka dan Riccardo Calafiori bahkan diistirahatkan hampir sepanjang laga.
Arteta menegaskan bahwa mentalitas tim bukan sekadar taktik yang membuat kemenangan ini terjadi.
“Dengan banyak pemain absen, semuanya lebih berat. Tapi saya bilang ke pemain: ini soal keinginan dan ketahanan. Lihat Norgaard, dia bisa main di posisi apa pun. Sikapnya selalu sempurna,” kata Arteta.
Noni Madueke tampil bukan hanya sebagai pahlawan di lapangan, tetapi juga sebagai juru bicara ambisi besar Arsenal musim ini.
“Kami bisa bersaing di semua kompetisi. Kami bisa memenangkan Liga Champions. Kami juga bisa memenangkan liga. Itu harus jadi tujuan kami,” tegasnya seperti dikutip dari Sky Sports.
Pernyataan berani, tetapi sulit dibantah melihat performa Arsenal sejauh ini.
Dengan performa spektakuler, kedalaman mental, dan efektivitas di segala lini, Arsenal kini menjadi salah satu kandidat serius juara Liga Champions musim ini. Brugge bertarung, tetapi kalah kelas.
Selanjutnya, Arsenal akan menghadapi Wolverhampton di Premier League, momen penting untuk menjaga momentum sekaligus memperkuat posisi mereka di papan atas. (ren)
