Home - Internasional - Trump Ultimatum Zelenskyy! Tolak Buang Waktu di Eropa, Singgung Pemilu Ukraina

Trump Ultimatum Zelenskyy! Tolak Buang Waktu di Eropa, Singgung Pemilu Ukraina

Donald Trump mengirim sinyal keras jelang potensi pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Eropa akhir pekan ini. Dalam pernyataan penuh tekanan dari Washington DC, Presiden AS itu menegaskan bahwa ia tak akan terbang ke Eropa tanpa kejelasan sikap dari para pemimpin Eropa dan Kiev. Trump bahkan menyinggung absennya pemilu Ukraina dan menyatakan bahwa mayoritas rakyat Ukraina “ingin konflik segera berakhir.”

Kamis, 11 Desember 2025 - 8:38 WIB
Trump Ultimatum Zelenskyy! Tolak Buang Waktu di Eropa, Singgung Pemilu Ukraina
Presiden AS Donald Trump. Foto: Sky News

HALLONEWS.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang dinamika diplomasi Ukraina. Dalam sebuah diskusi meja bundar dengan para pemimpin bisnis di Washington DC, Trump menyampaikan pernyataan keras menjelang potensi pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akhir pekan ini di Eropa.

Trump menegaskan bahwa ia tidak ingin “membuang waktu” jika syarat-syaratnya tidak dipenuhi, seraya menekan para pemimpin Eropa untuk memberikan kejelasan sebelum dirinya memutuskan apakah akan menghadiri pertemuan tersebut.

“Kami Tidak Ingin Buang Waktu,” tegas Trump geram pada sikap Eropa seperti dikutip dari Sky News, Kamis (11/12/2025).

Trump mengungkapkan bahwa ia baru saja mengadakan panggilan telepon yang memanas dengan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris mengenai situasi Ukraina.

“Kami membahas Ukraina dengan kata-kata yang cukup keras. Kita akan lihat apa yang terjadi. Kita menunggu jawaban sebelum kita melangkah maju,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para pemimpin Eropa menginginkan dirinya hadir dalam pertemuan akhir pekan nanti di Eropa, tetapi Trump menolak memberikan komitmen sebelum mendapat kepastian hasil diskusi internal mereka.

“Sebelum kami pergi ke rapat, kami ingin mengetahui beberapa hal. Kami tidak ingin membuang waktu,” tandasnya.

Pernyataan itu memperlihatkan jarak diplomatik antara Washington dan ibu kota-ibu kota Eropa terkait strategi penyelesaian konflik Ukraina.

Pemilu Ukraina

Ketika ditanya wartawan mengenai apa yang diinginkan Zelenskyy dari pertemuan itu, Trump justru membawa pembicaraan ke isu lain: pemilu Ukraina yang tertunda.

“Saya jadi bertanya-tanya berapa lama lagi sampai mereka mengadakan pemilihan umum. Itu waktu yang lama, mereka sudah lama tidak mengadakan pemilihan umum,” katanya.

Trump seolah mengisyaratkan bahwa legitimasi demokratis Kyiv kini menjadi bagian dari perhitungan diplomatik AS. Pernyataan itu secara tidak langsung memberi tekanan terhadap Zelenskyy yang memutuskan menunda pemilu karena kondisi perang.

Trump Klaim Tanpa Sumber

Trump juga mengulang klaim bahwa berdasarkan survei tertentu, 82% rakyat Ukraina menginginkan kesepakatan perdamaian segera tercapai.

Meski tidak menyebutkan sumber jajak pendapat, Trump menggunakan angka itu untuk memperkuat argumennya bahwa Kyiv dan Barat harus segera mencari solusi permanen.

“Rakyat Ukraina, mereka ingin melihat konflik ini berakhir,” ungkapnya.

Klaim ini sejalan dengan narasi Trump bahwa perang seharusnya dihentikan melalui negosiasi, bukan eskalasi militer.

“Perang ini harus diselesaikan. Tapi perlu dua pihak untuk berdansa Tango,” ujarnya.

Dalam pernyataan penutupnya, Trump kembali menekankan urgensi penyelesaian konflik.

“Ini perang yang perlu kita selesaikan, tetapi dibutuhkan dua pihak untuk berdansa tango.”

Kalimat ini menunjukkan bahwa Trump ingin menekan tidak hanya Ukraina, tetapi juga Rusia, agar sama-sama bergerak menuju kesepakatan damai. Namun di saat yang sama, ia mengisyaratkan keengganan AS untuk terus memberi dukungan tanpa batas jika Kyiv tidak bersedia mengambil langkah diplomatik.

Pernyataan keras Trump mencerminkan beberapa hal yaitu AS ingin mengubah dinamika negosiasi dan tidak mau lagi mengikuti skema Eropa secara pasif.

Zelenskyy kini berada dalam tekanan tambahan, bukan hanya dari medan perang, tetapi juga dari Washington.

Isu legitimasi politik Ukraina (melalui pemilu) mulai masuk ke meja diplomasi internasional.

Trump ingin menegaskan posisinya sebagai aktor sentral dalam proses perdamaian Ukraina, bahkan sebelum pertemuan terjadi.

Dengan tekanan baru ini, potensi pertemuan Trump–Zelenskyy di Eropa akhir pekan ini bisa menjadi titik balik besar dalam strategi diplomatik perang Ukraina. (ren)