Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, PT KAI Buka Rute Tenjo- Rangkasbitung
Masyarakat seputar Kabupaten Bogor menyambut baik akan dibukanya jalur kereta api (KA) Tenjo-Rangkasbitung.

HALLONEWS.COM – Masyarakat seputar Kabupaten Bogor menyambut baik akan dibukanya jalur kereta api (KA) Tenjo-Rangkasbitung.
Kawasan Tenjo yang semula tak dikenal, kini mulai tumbuh ekonominya, setelah ini dibukanya rute KRL. Masyarakat makin senang, ketika rute ini diperpanjang sampai ke Rangkasbitung pada 2017.
Perkembangan ekonomi lewat UMKM diwilayah ini, dalam beberapa tahun terakhir, cukup signifikan. Kecamatan Tenjo yang berada di ujung barat Kabupaten Bogor mulai banyak dilirik mereka yang tengah mencari hunian rumah tapak namun dengan harga yang masuk di kantong.
“Dulu wilayah ini kawasan perdesaan dan akses transportasi terbatas, namun kini berubah menjadi salah satu kawasan yang mulai jadi target pengembangan permukiman, termasuk dari dari perusahaan-perusahaan pengembang raksasa. Sebut saja Grup Podomoro yang mengembangkan kawasan Kota Podomoro Tenjo yang digadang-gadang bakal menjadi kota satelit sebagaimana yang sudah banyak berkembang di Tangerang Selatan,” kata Haryanto (68), salah satu warga Rabu 10 Desember 2025.
Wilayah Tenjo memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Letaknya yang strategis, dilintasi jalur kereta api Merak, Jakarta dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak serta Kabupaten Tangeran, menjadikannya kawasan yang berpeluang tumbuh sebagai daerah hunian modern dalam beberapa tahun ke depan.
Pemkab Bogor lewat situs resminya yang dikutip mengatakan, asal usul nama “Tenjo” memiliki beberapa versi cerita yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu kisah yang paling populer menyebut bahwa Tenjo berasal dari bahasa Sunda, yang berarti “lihat”.
Konon, pada masa lalu terdapat sebuah pohon sangat tinggi di salah satu dusun. Pohon tersebut menjulang lebih tinggi dibandingkan pepohonan lain sehingga dapat terlihat dari empat penjuru mata angin.
“Ketika seseorang menunjuk arah pohon itu, mereka kerap berkata “tenjo” atau “lihat”. Ini perlu pendalaman,” tulisnya dalam situs.
Lama-kelamaan, kawasan di sekitar pohon tersebut sering disebut sebagai “ke Tenjo”, hingga akhirnya dikenal sebagai Dusun Tenjo, kemudian menjadi Desa Tenjo, dan kini menjadi nama kecamatan.
Secara administratif, Kecamatan Tenjo merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Parungpanjang dan Kecamatan Jasinga.
Wilayah Kecamatan Tenjo memiliki sembilan desa yakni, Desa Tenjo, Desa Singabraja, Desa Singabangsa, Desa Batok, Desa Babakan, Desa Bojong, Desa Tapos, Desa Ciomas, dan Desa Ciomas.
Kesembilan desa tersebut membentuk satu kesatuan wilayah Kecamatan Tenjo yang kini mulai berkembang seiring meningkatnya pembangunan kawasan hunian dan infrastruktur pendukung. (yopy)
