Home - Megapolitan - Terlilit Hutang Jual Beli Mobil, Pemuda di Bogor Melakukan Rekayasa Penyekapan Dirinya

Terlilit Hutang Jual Beli Mobil, Pemuda di Bogor Melakukan Rekayasa Penyekapan Dirinya

Terlilit hutang jual beli mobil puluhan juta, seorang pemuda di Bogor merekayasa penyekapan dirinya. Begini kronologinya.

Rabu, 10 Desember 2025 - 7:38 WIB
Terlilit Hutang Jual Beli Mobil, Pemuda di Bogor Melakukan Rekayasa Penyekapan Dirinya
Ket foto, Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison.  Foto: Dok. Polsek Cileungsi

HALLONEWS.COM – Terlilit hutang jual beli mobil puluhan juta, seorang pemuda di Bogor merekayasa penyekapan dirinya.

Dalam kondisi dengan berpura-pura disekap, ia meminta uang tebusan ke orangtuanya sebesar Rp60 juta.

Namun rekayasa ini malah terungkap, ketika ia dibawa ke kantor polisi sesaat setelah diselamatkan.

Pemuda berinisial J asal Cileungsi, Bogor, Jawa Barat (Jabar) membuat skenario telah disekap hingga dimintai tebusan uang, karena ingin melunasi hutang jual beli mobil sebesar Rp50 juta.

“Dia buat rekayasa disekap dan minta uang tebusan puluhan juta. Pelaku melakukan rekayasa ini, agar bisa bayar hutang,” kata Kompol Edison Rabu 10 Desember 2025.

J menurut Kompol Edison, ternyata masih seorang anak. Ia merekayasa penculikan dirinya sendiri demi mendapatkan uang tebusan dari orang tuanya untuk melunasi hutang, karena terus diminta membayar.

Kasus ini bermula, ketika orang tua J, melapor, bahwa anaknya hilang dan disekap, pada Senin 8 Desember 2025 malam.

Kepada polisi saat itu, pelapor mengaku, jika dirinya diminta uang tebusan Rp60 juta jika ingin J dilepaskan.

“J sudah tidak pulang tiga hari. Jadi ada laporan dulu Senin siang dari orang tuanya. Malamnya, ada bikin laporan orang hilang dulu. Kemudian malamnya datang lagi, anaknya disekap dan mengaku dimintain tebusan Rp 60 juta,” kata Kapolsek.

Tindak lanjut laporan ini, Kompol Edison bersama anggotanya kemudian berkoordinasi dengan Polsek Tambun, tempat dimana J mengaku disekap.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pria inisial J berhasil ditemukan dan dipertemukan kepada orang tuanya malam itu juga.

“Tepat pukul 01.36 WIB, kami berhasil menemukan anak yang dilaporkan hilang dan mempertemukannya kembali dengan kedua orang tuanya yang sedang dalam kekhawatiran,” tuturnya.

Namun saat di kantor polisi, ketika dimintai keterangan, rekayasa penyekapan terungkap.

Hasil pemeriksaan J mengaku mengaku disekap dan minta tebusan, karena butuh uang untuk melunasi hutang bisnis jual beli mobil sebesar Rp 50 juta.

J kepada polisi mengakui, jika penyekapan itu hanyalah sandiwara. Ia merencanakan skenario penculikan dan tebusan ini, dengan harapan orang tuanya membayar utang pribadinya yang mencapai Rp 50 juta, utang bisnis jual-beli mobil.

“Akhirnya ada mediasi untuk soal penyekapan. Tetapi untuk soal utang-piutang, itu kami tidak ikutan, karena kami kan awalnya menindaklanjuti laporan hilangnya, dan dugaan penyekapannya saja,” tegas Kompol Edison.