Home - Teknologi & Digital - Krisis Harga RAM Baru Saja Dimulai, Peringatan dari GM TeamGroup: Kondisi Akan Makin Buruk pada 2026

Krisis Harga RAM Baru Saja Dimulai, Peringatan dari GM TeamGroup: Kondisi Akan Makin Buruk pada 2026

Krisis harga memori global mulai tunjukkan dampak serius. Lonjakan harga RAM yang terjadi ternyata baru permulaan. Begini Lengkapnya.

Rabu, 10 Desember 2025 - 8:00 WIB
Krisis Harga RAM Baru Saja Dimulai, Peringatan dari GM TeamGroup: Kondisi Akan Makin Buruk pada 2026
Ilustrasi RAM Foto: Freepik

HALLONEWS.COM – Krisis harga memori global mulai menunjukkan dampak serius. Lonjakan harga RAM yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ternyata baru permulaan.

General Manager TeamGroup, Gerry Chen, memperingatkan bahwa situasi ini akan memburuk pada 2026 karena pasokan DRAM dan NAND semakin ketat, sementara harga naik drastis hingga dua kali lipat hanya dalam waktu satu bulan.

Menurut laporan DigiTimes, Chen mengungkap bahwa harga kontrak DRAM dan NAND meningkat 80% hingga 100% pada bulan Desember dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini juga tercermin pada harga spot.

Sebagai contoh:

* Pada 20 September, harga spot chip DDR5 16Gb berada di kisaran $6,84.
* Pada 19 November, harga naik menjadi $24,83.
* Pada 1 Desember, harga bahkan mencapai $27,2, dengan rentang harga sesi antara $19 hingga $37.

Artinya, hanya untuk chip memorinya saja, biaya pembuatan modul RAM 16GB kini mencapai sekitar $217,6. Jika ditambah biaya PCB, perakitan, pengujian, PMIC, dan komponen lainnya sebesar $8–$10, maka total biaya produksi module RAM 16GB berada di kisaran $225–$228 — belum termasuk margin produsen, logistik, dan pajak.

Kondisi ini menyebabkan harga RAM di pasaran ritel meningkat drastis, bahkan dalam beberapa kasus, RAM 64GB DDR5 kini lebih mahal daripada konsol PS5.Akan Memburuk di 2026

Chen memperingatkan bahwa kondisi pasokan akan semakin buruk pada kuartal pertama dan kedua tahun 2026.

Alasannya, stok distribusi yang saat ini jadi penyangga pasar pada akhirnya akan habis. Ketika itu terjadi, memperoleh alokasi DRAM atau NAND bisa menjadi sangat sulit — bahkan jika pembeli bersedia membayar lebih mahal.

Ia memperkirakan bahwa krisis pasokan ini tidak akan pulih sebelum akhir 2027, atau bahkan bisa berlanjut hingga 2028, menunggu kapasitas produksi baru dari para produsen memori.

Akar masalah dari krisis ini cukup jelas: produsen DRAM seperti Samsung, SK hynix, dan Micron telah mengalihkan kapasitas produksi dari DRAM komoditas (DDR, LPDDR) ke produksi HBM (High Bandwidth Memory). HBM digunakan oleh chip akselerator AI seperti Nvidia B300 atau chip khusus buatan AWS, Google, dan Microsoft.

HBM membutuhkan die DRAM yang lebih besar dan lebih kompleks, sehingga kapasitas pabrik terserap jauh lebih banyak. Selain itu:

* Produsen AI besar melakukan pemesanan HBM bertahun-tahun sebelumnya,
* Kapasitas pabrik DRAM global tidak cukup untuk memenuhi dua pasar sekaligus (AI & konsumer).

Membangun pabrik chip baru membutuhkan waktu minimal tiga tahun. Artinya, jika pembuatan fab dimulai hari ini pun, kapasitas baru baru tersedia paling cepat akhir 2028, dan baru stabil pada 2029.

NAND Flash Kena Dampak

Selain DRAM, produsen NAND juga memprioritaskan pesanan untuk server AI. Chen menyebut bahwa kemungkinan kecil kapasitas produksi NAND akan kembali difokuskan untuk kebutuhan PC, laptop, atau smartphone pada 2026. Hal ini dapat membuat harga perangkat konsumer melonjak.

Dampak bagi Konsumen: Harga Komponen PC Melonjak

Kenaikan harga sudah terlihat jelas di pasar ritel:

* Harga RAM DDR5 naik drastis minggu demi minggu,
* Paket 64GB DDR5 kini harganya bisa lebih mahal daripada konsol PlayStation 5,
* Banyak analis memperkirakan bahwa diskon Black Friday dan Cyber Monday tahun ini mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk membeli RAM dengan harga rendah sebelum melonjak lebih jauh.

Krisis memori global sedang memasuki fase awal. Lonjakan harga DRAM dan NAND diprediksi akan berlanjut dalam dua tahun ke depan, didorong oleh tingginya permintaan HBM untuk kebutuhan AI dan terbatasnya kapasitas produksi. Kondisi ini kemungkinan baru akan membaik setelah kapasitas fab baru beroperasi pada 2027–2028.

Bagi konsumen, khususnya para perakit PC dan enthusiast, saat ini mungkin menjadi saat terbaik untuk membeli RAM atau SSD sebelum harga makin tidak terkendali di tahun-tahun mendatang.