Terobosan Medis Dunia! Remaja 16 Tahun Sembuh dari Leukemia Maut Berkat Terapi Gen Revolusioner
Dunia medis mencatat babak baru dalam sejarah pengobatan kanker darah setelah terapi gen eksperimental berhasil membuat pasien leukemia agresif yang sebelumnya tak dapat disembuhkan kini hidup bebas penyakit, termasuk Alyssa Tapley, remaja 16 tahun yang kini kembali sehat dan aktif.

HALLONEWS.COM-Dunia kedokteran mencatat sebuah lompatan besar. Untuk pertama kalinya, terapi gen eksperimental berhasil membuat pasien leukemia agresif yang sebelumnya tidak memiliki harapan kini hidup bebas penyakit. Salah satu kisah paling menggemparkan datang dari Alyssa Tapley, remaja 16 tahun yang pernah bersiap menerima perawatan paliatif, namun kini justru kembali sehat dan menjalani hidup normal.
Alyssa menjadi pasien pertama di dunia yang menerima terapi gen eksperimental pada tahun 2022, setelah leukemia limfoblastik akut sel T yang ia derita tak lagi merespons pengobatan standar. Namun pengobatan revolusioner itu justru mengubah segalanya. Kini, ia kembali bersekolah, berlayar, dan bercita-cita menjadi ilmuwan agar kelak bisa membantu pasien lain yang bernasib sama.
Uji klinis yang diterbitkan melalui Rumah Sakit Great Ormond Street (GOSH) dan Rumah Sakit King’s College London menunjukkan hasil mencengangkan. Dari delapan anak dan dua orang dewasa yang terlibat dalam penelitian, dua pertiga kini bebas penyakit hingga tiga tahun setelah terapi. Sebanyak 82% pasien mengalami remisi sangat dalam, memungkinkan mereka menjalani transplantasi sumsum tulang.
“Ini adalah pendekatan yang sangat ampuh,” ungkap Dr. Deborah Yallop, konsultan hematologi King’s, yang menyebut terapi ini mampu menaklukkan leukemia yang sebelumnya tampak mustahil disembuhkan seperti dilansir Sky News.
Bagaimana Terapi Gen Ini Bekerja?
Para ilmuwan menggunakan teknik BE-CAR7, sebuah metode penyuntingan gen superpresisi yang mampu mengubah satu huruf dalam kode DNA sel T donor. Tiga modifikasi genetik dilakukan, membuat sel tersebut berubah menjadi ‘pasukan siap tempur’ yang dirancang untuk menghancurkan setiap sel T pasien—baik yang bersifat kanker maupun tidak.
Tidak seperti transplantasi sel lainnya, sel T hasil modifikasi ini menjadi terapi siap pakai tanpa harus dicocokkan dengan pasien. Dalam waktu empat minggu, seluruh sel T pasien dibasmi sehingga pasien dapat melanjutkan ke tahap vital berikutnya: transplantasi sumsum tulang untuk membangun ulang sistem imun yang sehat.
Harapan Baru untuk Pasien Berisiko Tinggi
Leukemia sel T merupakan jenis kanker darah yang langka dan sangat agresif. Sekitar 20% pasien tidak merespons terapi standar dan memiliki peluang hidup yang rendah. Untuk kelompok inilah terapi BE-CAR7 menjadi secercah harapan.
“Penelitian ini memberi harapan baru bagi mereka yang didiagnosis dengan jenis kanker darah langka namun sangat agresif,” kata Dr. Rob Chiesa dari GOSH, yang memimpin riset tersebut.
Menyadari betapa besarnya potensi temuan ini, Badan Amal Rumah Sakit GOSH telah menyetujui dukungan untuk merawat 10 pasien tambahan.
Alyssa dan Masa Depan yang Kembali Cerah
Bagi Alyssa, hidupnya benar-benar berubah. Ia mengaku tidak lagi menganggap remeh hal-hal sederhana seperti pergi ke sekolah atau berlibur.
“Tujuan utama saya adalah menjadi ilmuwan dan menjadi bagian dari penemuan besar berikutnya,” katanya penuh semangat.
Sementara itu, Anthony Nolan, organisasi sel punca Inggris yang menyediakan donor sel T untuk penelitian ini, menyebut hasil awal ini sebagai “terobosan yang membawa harapan besar”, meskipun studi lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penggunaannya secara lebih luas.
Uji coba fase pertama ini baru langkah awal. Namun dunia medis sepakat: terapi gen seperti BE-CAR7 berpotensi mengubah masa depan pengobatan kanker darah, membuka lembaran baru bagi pasien yang selama ini tidak memiliki harapan.
